Hadapi Serangan Wereng dan Virus Kerdil, Alumni IPB Latih 2.500 Petani di Subang | Villagerspost.com

Hadapi Serangan Wereng dan Virus Kerdil, Alumni IPB Latih 2.500 Petani di Subang

Para aumni IPB Subang memberikan pelatihan kepada 2.500 petani untuk hadapi serangan wereng (dok. villagerspost.com/deni nurhadiansyah)

Subang, Villagerspost.com – Dalam dua musim terakhir petani di Subang banyak mengalami kerugian akibat gagal panen dan penurunan produksi padi. Kegagalan panen disebabkan oleh masifnya serangan hama wereng dan virus kerdil hampa yang ditularkan oleh wereng. Kegagalan panen dan penurunan produksi ini dialami oleh sentra-sentra produksi padi di Subang meliputi Kecamatan Cipunagara, Compreng, Pagaden, Pagaden Barat, Binong, Tambak Dahan, Patok Beusi dan hampir merata diseluruh kecamatan di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).

Untuk membantu para petani yang sedang merugi, para alumni Institut Pertanian Bogor, (IPB) Kabupaten Subang, terjun langsung melakukan pendampingan serta pelatihan perbanyakan agens hayati untuk mengatasi wereng dan virus kerdil hampa.

Pelatihan perbanyakan agens hayati untuk membasmi hama wereng dan penyakit kerdil (dok. villagerspost.com/deni nurhadiansyah)

Pelatihan dan pendampingan ini terjalin atas kerjasama Himpunan Alumni IPB, Carrier and Development Assictance (CDA) IPB serta program KKNT IPB. Pelatihan dilakukan kepada 50 kelompok tani di Kecamatan Cipunagara dengan melibatkan 2,500 pentani.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 hari sejak tanggal 6 Agustus lalu, hingga tanggal 20 Agustus mendatang. “Kami berharap semoga dengan acara pelatihan ini membuat petani lebih mengenal karakteristik hama dan penyakit padi serta lebih siap menghadapinya dimusim tanam berikutnya,” kata Ketua Alumni IPB Subang Agus Masykur Rosyadi, kepada Villagerspost.com, Jumat (11/8).

Pelatihan dilakukan juga di malam hari, di rumah warga (dok. villagerspost.com/deni nurhadiansyah)

Dalam kesempatan itu, para alumni IPB juga memberikan agens hayati secara gratis dan petani diajarkan metode memperbanyaknya agar bisa dilakukan kapanpun. Selain pembagian agens hayati, diberikan juga pemaparan mengenai hama dan penyakit padi yang menjadi penyebab kegagalan panen.

Ada dua jenis agens hayati yang diberikan yaitu Lecanicillium untuk membunuh wereng dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan virus kerdil hampa yang dibawa oleh wereng.

“CDA IPB berkomitmen membantu dan mendampingi setiap kegiatan pengabdian Alumni IPB kepada lingkungannya,” kata Direktur CDA IPB Iis Syarifah.

“Semoga pelatihan ini bisa menjadi salah satu ikhtiar mencari jalan keluar dari permasalahan wereng dan virus kerdil hampa disubang serta mengembalikan subang menjadi tulang punggung produksi beras nasional,” ujar Ketua Pelaksana Program Pelatihan Ahmad Syifa Sidiq.

Laporan: Deni Nurhadiansyah, Petani Muda Subang, Alumni IPB, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *