Hari Gotong Royong: Semangat Indonesia di Kampung Darim | Villagerspost.com

Hari Gotong Royong: Semangat Indonesia di Kampung Darim

Camat Losarang Suratno Sukarja meresmikan tanggal 11 Februari sebagai Hari Gotong Royong Kampung Blok Darim (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqin)

Indramayu, Villagerspost.com – Kampung Darim adalah sebuah blok yang unik yang terletak di Kabupaten Indramayu. Disebut unik, karena secara administratif, blok ini berada dalam “kekuasaan” dua desa dari dua kecamatan yaitu Desa Kendayakan di Kecamatan Trisi dan Desa Puntang d Kecamatan Losarang. Jumlah penduduknya pun tak banyak, hanya sekira sejumlah penduduk di dua rukun tetangga (RT).

Namun ada satu keunikan lain yang membuat Kampung Darim layak disebut sebagai miniatur ideal Indonesia di level desa, yaitu semangat gotong-royong yang tinggi masyarakatnya. Hampir semua infrastruktur desa, mulai dari jalan desa hingga rumah ibadah, dibangun atau diperbaiki lewat cara gotong-royong.

Kegiatan gotong royong tersebut umumnya dilaksanakan pada hari minggu dimana semua unsur masyarakat baik yang bekerja sebagai pegawai, pelajar maupun petani, berlibur dan bisa bertemu untuk melakukan kerja bersama membangun atau memperbaiki infrastruktur desa.

Karena itu, tak heran jika hari Minggu tanggal 11 Februari 2018 warga Kampung Darim pun mendeklarasikan peresmian Hari Gotong Royong. Deklarasi dan peresmian Hari Gotong Royong ini dilakukan langsung oleh Camat Losarang H. Suratno Sukarja. Persemian ditandari dengan pemukulan kentongan oleh Suratno.

“Saya sangat bangga dengan diresmikannya Hari Gotong Royong, karena sekarang semangat itu sudah hampir punah. Gotong royong adalah untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan,” kata Suratno dalam sambutannya.

Warga antusias menyambut penetapan Hari Gotong Royong Kampung Blok Darim, Indramayu (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqin

Gotong royong, papar Suratno, berasal dari istilah gotong yang berarti “bekerja” dan royong berarti “bersama”. “Secara harfiah, gotong royong berarti mengangkat bersama-sama atau mengerjakan sesuatu bersama-sama,” terangnya.

Gotong royong juga dapat diartikan sebagai partisipan aktif setiap individu masyarakat yang ikut terlibat dan mendapatkan nilai positif setiap objek, permasalahan, atau kebutuhan orang disekelilingnya. Partisipasi aktif tersebut dapat berupa tenaga, materi, mental, keterampilan atau lain sebagainya.

“Jadi harapan kami selaku Camat Losarang semoga kedepannya selalu aktif dan kompak karena segala sesuatu kerjaan yang sangat berat sekalipun jika dikerjakaan melalui gotong-royong tidak akan terasa beratnya,” tegas Suratno.

Dia berharap, dengan gotong-royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah. “Demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat,” kata Suratno.

Dengan peringatan dan penetapan Hari Gotong Royong Masyarakat Darim pada tanggal 11 Februari 2018 ini, ke depannya, pada tanggal tersebut akan diperingati sebagai Hari Gotong Royong setiap tahunnya. Momentum ini diharapkan akan menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong yang telah melekat pada diri masyarakat semenjak nenek moyang kita dan secara turun temurun yang akan diwariskan dari generasi ke generasi.

Anak-anak muda Kampung Darim, Indramayu, memperbaiki jalan utama menuju kawasan kampung (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqin)

Hadir dalam acara tersebut perwakilan pemerintahan desa dari Desa Puntang dan Kendayakan, juga musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dari Kecamatan Trisi dan Losarang, serta Wawan Purwadi selaku advisor dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Saya mengucapkan apresiasi dan salam hangat dari Pak Eko (Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo-red) selaku Menteri Desa PDTT agar semangat dan nilai gotong royong masyarakat Darim tidak punah bisa di turunkan ke generasi selanjutnya,” ujar Wawan.

Hadir pula dalam acara tersebut Darmin, Petani Pemulia asal Indramayu yang baru saja menerima apresiasi penghargaan kategori Petani Pemulia dari Kementerian Pertanian. Dalam kesempatan itu, tokoh yang biasa disapa Wa Darmin itu, memaparkan benih padi hasil persilangan varietas unggul. Ada dua varietas yang diperkenalkan oleh Darmin yaitu varietas Gadis Indramayu dan varietas Pemuda Idaman.

Dalam kesempatan itu, Tarmani, salah satu murid Darmin memaparkan, pertanian dan perkebunan akan sangat terbantu perkembangannya dengan adanya upaya pengembangan bibit unggul secara mandiri oleh petani. “Dengan mengembangkan bibit unggul akan sangat terdampak nyata pada perekonomian, terlebih apabila diimbangi dengan membenahi kendala-kendala yang ada yaitu akses jalan dan pengairan serta peningkatan SDM masyarakat-nya,” tegas Tarmani.

Laporan/Foto: Zaenal Mutaqin, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *