Ibu-Ibu PKK Bunaken Olah Sampah Jadi Buah Tangan Menarik | Villagerspost.com

Ibu-Ibu PKK Bunaken Olah Sampah Jadi Buah Tangan Menarik

Anggota PKK Kelurahan Bunaken melaksanakan praktik pembuatan kerajinan tangan dari sampah plastik (villagerspost.com/eko handoyo)

Manado, Villagerspost.com – Ibu-Ibu rumah tangga kader PKK Kelurahan Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, berkreasi menyulap sampah plastik dari gelas kemasan menjadi buah kerajinan tangan yang menarik. Sampah-sampah dari gelas plastik bekas minuman kemasan diubah menjadi barang hiasan lampu yang bernilai ekonomi.

“Kegiatan kerajinan tangan dengan membuat hiasan lampu dari gelas minuman plastik adalah upaya untuk mengurangi sampah yang ada selama ini, kami berupaya menjadikan sesuatu yang bernilai dan berguna,” kata Lurah Bunaken Gleen Laale, saat ditemui Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Praktik pembuatan barang kerajinn dari gelas plastik bekas minuman kemasan itu sendiri, dilaksanakan pada Sabtu (1/12) lalu. Dalam pelatihan itu, para ibu-ibu kader PKK belajar membuat hiasan lampu dengan modal yang sangat sederhana dan murah.

Mula-mula, gelas plastik bekas minuman kemasan dibersihkan, dan kemudian ditempelkan pada bola plastik dengan menggunakan lem. Bola dipotong seperempat lingkaran sebagai tempat gantungan yang kemudian dilobangi bagian tengah gelas lalu didalamnya diisi lampu-lampu kecil untuk penerang. Selanjutnya untuk memberikan warna berbeda hasil kerajinan dipoles dengan cat semprot berbagai warna.

Hiasan lampu dari sampah plastik hasil kreasi ibu-ibu PKK Kelurahan Bunaken (villagerspost.com/eko handoyo)

Gleen mengatakan, membuat hiasan lampu dari sampah bekas gelas plastik minuman kemasan yang digabungkan dengan bola merupakan ide dari penggerak PKK di Kelurahan Bunaken. “Sekaligus ini menjadi buah kerajinan tangan yang akan kami pajang di rumah-rumah warga, di jalan dalam menyambut natal dan tahun baru. Semoga ini akan mengubah sesuatu menjadi bernilai,” ujar Gleen.

Terkait upaya-upaya pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik ini, Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Sc menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kecamatan Bunaken dalam pengangkutan sampah secara periodik. “Demikian pula selama ini dalam penanganan sampah di perairan laut, melalui bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Farianna menegaskan, Kelurahan Bunaken merupakan role model penanganan sampah di kawasan Taman Nasional Bunaken. “Hampir setiap tahun Balai TN Bunaken menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah dengan tema yang berbeda, saat ini kita sedang latih Ibu-Ibu dari Kader Konservasi yang berada di desa penyangga dan pulau-pulau untuk membuat sesuatu yang bernilai dari sampah dan tahun 2018 pelatihan dengan tema pengolahan limbah sampah plastik,” tegas Farianna.

Dalam kesempatan itu, pakar kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Prof. Dr. Ir. Jani Kusen, M.Sc berkesempatan hadir meninjau hasil kerajinan tangan hasil karya Ibu-Ibu PKK Kelurahan Bunaken. Jani sendiri dalam kesempatan itu tengah melaksanakan pengambilan data daya tampung lokasi selam dan snorkling di perairan Pulau Bunaken.

“Bunaken merupakan sebuah pulau di Provinsi Sulawesi Utara, menjadi magnet bagi surga penyelam wisatawan dunia, jadi harus terus kita jaga kelestariannya,” ujarnya.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut – PEH pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalias Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *