Indonesia Juga Darurat Sampah Mikroplastik di Laut | Villagerspost.com

Indonesia Juga Darurat Sampah Mikroplastik di Laut

Ratusan karung sampah yang didominasi sampah plastik berhasil dibersihkan dari kawasan TN Bunaken (dok. tn bunaken)

Jakarta, Villagerspost.com – Banjir sampah plastik telah mengancam lautan Indonesia. Kini dampak yang lebih mengkhawatirkan juga mulai mengancam yaitu membanjirnya sampah mikroplastik di laut. Mikroplastik merupakan plastik dengan ukuran kurang dari 5 mm yang dihasilkan dari penguraian alami plastik baik secara fisik, kimia, maupun biologi.

Peneliti Oseanografi Pusat Riset Kelautan KKP, Dr. Widodo Pranowo mengungkapkan, di Indonesia terdapat mikroplastik yang telah mencemari laut Indonesia. Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa mikroplastik yang ada pada garam laut lebih besar daripada garam danau dan garam pegunungan

“Rata-rata dengan sebaran konsentrasi pemukiman penduduk, terutama di Pulau Jawa. Seperti perairan Pulau Biawak di Indramayu, Kepulauan Seribu, dan Perairan Banten,” kata Widodo dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (12/7).

Kondisi yang sama juga terjadi di Selat Makassar, Selat Bali, Selat Rupat, Taman Nasional Laut (TNL) Taka Bonerate Flores, TNL Bunaken, TNL Bali Barat, dan Laut Banda. “Mikroplastik yang mencemari lautan Indonesia beragam, namun cemaran terluas ada di Taman Nasional Laut Bunaken yakni 50 hingga 60 ribu partikel per kilometer persegi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, Indonesia memiliki tugas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sampah plastik di perairan. “Pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat diminta untuk turut serta mengambil aksi, setidaknya dengan tidak lagi membuang sampah plastik ke laut,” pungkas Widodo.

Sampah plastik saat ini telah menjadi isu global dan jika kita tidak mengubah kebiasaan, maka diprediksi di lautan akan ada 1 ton plastik untuk setiap 3 ton ikan pada 2025. Jika situasi tak berubah, pada 2050 akan lebih banyak plastik dibanding ikan. Laut memiliki manfaat yang sangat besar untuk kehidupan manusia baik secara ekonomis, ekologis maupun estetis. Namun lautan saat ini mendapat tantangan besar berupa sampah plastik yang merusak lingkungan laut beserta biota di dalamnya.

Pusat Data dan Informasi KIARA (Mei 2018) mencatat, sedikitnya 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan tiap tahun. Dari jumlah tersebut, terdapat 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Ironisnya, Indonesia ditempatkan sebagai runner–up (posisi kedua) setelah Cina dari 20 negara yang paling banyak membuang sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Disusul Filipina, Vietnam, Sri Lanka, Thailand, Mesir, Malaysia, Nigeria, dan Bangladesh.

Ancaman sampah plastik ini juga menjadi viral di sosial media, ketika pada Maret 2018 lalu, turis asal Inggris, Rich Home mengunggah video saat dia menyelam di perairan Nusa Penida bersama sampah. Dalam unggahan video tersebut Nampak Rich sedang berenang di bawah sampah-sampah yang terapung.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *