Jaga Lahan, Pemerintah Diminta Kembangkan Sawah Wisata | Villagerspost.com

Jaga Lahan, Pemerintah Diminta Kembangkan Sawah Wisata

Salah satu pola pengembangan sawah wisata di Bantul (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Saat ini lahan persawahan semakin tergerus untuk berbagai keperluan lahan mulai dari perumahan hingga infrstruktur jalan. Untuk mengatasi masalah ini, anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin meminta pemerintah untuk mengembangkan program agrowisata pada daerah persawahan.

Program ini, menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, sangat bermanfaat namun disukai oleh masyarakat dan membuat dampak pada pencapaian tujuan sesuai regulasi yang dibentuk. “Gagasan untuk membuat area persawahan dan perkebunan menjadi daerah wisata ini sudah diimplementasi oleh beberapa kepala daerah seperti Magelang, Salatiga, Batu dan beberapa wilayah lain. Ini sangat menarik karena dapat mengimplementasi Undang-Undang No 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” kata Akmal, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/2).

Akmal yakin, program agrowisata daerah persawahan dan perkebunan terutama daerah perkotaan sangat efektif untuk menekan laju konversi lahan. “Contohnya, pada area sawah yang pasti memiliki pematang yang dimodifikasi sebagai jalur sepeda, akan memberikan nilai tambah pemilik lahan sawah sekaligus memfasilitasi pencari kebahagiaan pada segmen penghobi sepeda dan jogging,” ujarnya.

Contoh lainnya, kata Akmal, adalah pada wilayah perkebunan kopi yang di dalamnya ada jalur bersepeda dan jogging di daerah Magelang dan Salatiga, dimana daerah ini menjadi perburuan masyarakat yang penat dengan suasana rutin pada pekerjaan sehari-hari. “Aroma alam sekitar perkebunan menjadi kekuatan daya tarik tersendiri untuk mendatangi agrowisata ini,” ujarnya.

Akmal mengatakan, di daerah Batu, Kecamatan Bumiaji, Malang juga ada kampung wisata strawberi tepatnya di Desa Pandan. “Setiap orang yang berjalan di wilayah ini akan merasakan kesegaran udara dan aroma sawah yang selain strowberi, ada aroma daun bawang dan berbagai sayur-mayur lainnya,” katanya.

Untuk daerah Sulawesi Selatan juga banyak potensi daerah yang dapat dijadikan agrowisata seperti Kabupaten Bantaeng. Dengan demikian, ujar Akmal, setiap daerah perkotaan, pemerintah pusat dapat melakukan kerja sama dengan pemerintah kota untuk serius menjadikan program ini menjadi program nasional.

“Sehingga selain meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat, dapat sekaligus menjaga lahan agar tidak terkonversi sesuai dengan Undang-Undang No. 41 tahun 2009,” pungkasnya. (*)

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *