Jamin Stok Cabai dan Bawang Merah, Kementan Gandeng Asosiasi, Retailer, Koperasi dan Organisasi Tani | Villagerspost.com

Jamin Stok Cabai dan Bawang Merah, Kementan Gandeng Asosiasi, Retailer, Koperasi dan Organisasi Tani

Pedagang cabai rawit merah di pasar tradisional (dok. pemprov jawa barat)

Jakarta, Villagerspost.com – Dalam rangka menjamin ketersediaan stok cabai dan bawang merah jelang puasa dan Idul Fitri, Kementerian Pertanian menggandeng asosiasi bawang merah, petani cabai, retailer dan koperasi. Melalui Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan hari ini, Selasa (15/5) melaksanakan penandatanganan dengan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) dan Petani Champion Cabai.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, penandatanganan MoU tersebut bertujuan menjamin ketersediaan dan harga bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan hingga lebaran stabil dalam jangka menengah secara berkelanjutan. “Jadi, selain menggenjot produksi, upaya lain yang dilakukan Kementan yakni dengan mengajak para retailer, koperasi, organisasi yang mewakili kepentingan petani untuk bekerja sama secara terintegrasi dari ke hulu hingga hilir,” kata Amran, acara penandatanganan MoU sekaligus Launching Unit Layanan Terpadu Satu Pintu di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (15/5).

“Dengan begitu, akan terjadi efisiensi rantai pasok dari petani sampai retail, sehingga pasokan lancar dan harga stabil,” tegas Amran lagi.

Selain dengan kedua asosiasi tersebut, MoU juga dilakukan dengan Ketua Induk Koperasi Kepolisian Negara (INKOPPOL) Republik Indonesia, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan retail PT. Midi Utama Indonesia, Tbk. Dalam MoU ini ditetapkan, ABMI dan Petani Champion Cabai akan berperan sebagai pemasok, sementara PT. PPI, HKTI, INKOPPOL, KTNA dan PT Alfa Midi merupakan distributor dan tata niaga pemasaran bawang merah dan aneka cabai.

Menurut Amran, ada beberapa alasan pasokan dan harga pangan pokok tahun ini stabil. Pertama, komoditas strategis yang sebelumnya diimpor, yakni cabai, bawang merah, beras, daging ayam dan telur sekarang tidak lagi impor, tapi justru diekspor. Kedua, dalam 10 tahun terakhir ekspor naik 24 persen.

Berdasarkan data Kementan, perkiraan ketersediaan aneka cabai dan bawang merah selama bulan Ramadhan atau bulan Mei-Juni 2018 dipastikan surplus. Pertama, untuk cabai besar, ketersedianya di bulan Mei mencapai 106 ribu sedangkan kebutuhan hanya 97 ribu ton, sehingga terjadi surplus 8000-an ton. Untuk cabai besar di bulan Juni pun surplus 8 ribu ton, karena ketersediaanya mencapai 104 ribu sementara kebutuhan hanya 96 ribu ton.

Kedua, ketersediaan cabai rawit di bulan Mei dan Juni pun surplus yakni masing-masing 8 ribu ton dan 8340 ton. Ini terlihat dari ketersediaan di bulan Mei mencapai 83 ribu ton dan Juni 84 ribu ton, sedangkan kebutuhan di bulan Mei hanya 75 ribu ton dan Juni 76 ribu ton.

Ketiga, ketersediaan bawang merah juga surplus di bulan Mei dan Juni. Di bulan Mei, ketersediaan bawang merah mencapai 127 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 112 ribu ton sehingga surplus 8 ribu ton. Begitu pun di bulan Juni, ketersediaan bawang merah 125 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 116 ribu ton, sehingga surplus hampir 9000 ton.

“Dengan demikian, ketersediaan bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan aman. Tidak ada gejolak, baik pasokan maupun harga,” tegas Amran.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *