Kapitalisasi SDM Desa Lewat BUMDes | Villagerspost.com

Kapitalisasi SDM Desa Lewat BUMDes

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau usaha kecil di perdesaan (dok. kemendesa.go.id)

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau usaha kecil di perdesaan (dok. kemendesa.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ahmad Erani Yustika mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat diberdayakan untuk mengkapitalisasi sumber daya desa, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan. Apalagi pendirian BUMDes memiliki alasan yuridis formal yang menjadi amanat dari Undang-Undang Desa.

“Di tengah situasi perekonomian di desa saat ini,¬† yang kita lakukan adalah mendorong lahir dan berkembangnya BUMDes. Ini adalah upaya kita untuk mengkapitalisasi sumber daya desa,” ujar Erani, Jumat (15/7).

(Baca juga: BUMDes Jadi Primadona Gerakkan Ekonomi Perdesaan)

Menurutnya, alasan lain didirikannya BUMDes adalah upaya agar keluar dari situasi yang penuh masalah. Menurutnya,  warga desa selama ini selalu berhadapan dengan kondisi yang dramatis. Misalnya saat terjadinya gagal panen, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sebagainya.

“Ada beberapa hal yang harus kita kawal, salah satunya adalah bagaimana cara kita agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi perdesaan. Kita mencoba keluar dari situasi yang penuh masalah, di mana BUMDes memiliki peluang untuk mengkapitalisasi sumber daya dan mengurangi dampaknya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, menggeliatnya ekonomi di desa akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lembaga keuangan. Untuk itu, BUMDes dan BUMADes (BUMDes antar Desa) di kawasan perdesaan dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu unit usaha, yang memberikan permodalan kepada pelaku usaha di desa.

Hal tersebut tertuang dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 23. Dalam pasal tersebut diatur, salah satu jenis usaha BUMDes adalah bisnis keuangan untuk memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi desa. Contohnya, memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat desa.

“Saat ekenomi di desa menggeliat, masyarakat mulai berpikir untuk menyimpan uangnya sebagai salah satu upaya investasi, serta mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah,” ujar Marwan.

Selain itu lanjut Marwan, sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi desa juga harus ditingkatkan, untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas perbankan. Misalnya mobile banking, sms banking, dan internet banking. “Kita juga mendorong¬† perbankan untuk mendirikan cabang, minimal 1 kecamatan memiliki satu cabang bank,” ujarnya. (*)

Ikuti informasi terkait BUMDes >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *