Karnaval Katinting: Ajang “Unjuk Rasa” Nelayan Bunaken untuk Lingkungan Hidup | Villagerspost.com

Karnaval Katinting: Ajang “Unjuk Rasa” Nelayan Bunaken untuk Lingkungan Hidup

Poster kegiatan Karnaval katinting di kawasan TN Bunaken (dok. tn bunaken)

Bunaken, Villagerspost.com – Jumat-Sabtu, tangal 15-16 Desember mendatang, para nelayan tradisional yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken, bakal menggelar “unjuk rasa” untuk kelestarian lingkungan lewat perhelatan “Karnaval Katinting”. Perahu Ketinting adalah perahu kecil yang dapat mengangkut 3-4 orang.

“Perahu katinting bisa dikategorikan sebagai perahu tradisional karena perahu ini dibuat dan digunakan secara tradisional oleh masyarakat, istilah tradisional lebih mengarah kepada cara yang digunakan oleh para perajin kapal perikanan dalam mengkonstruksi kapal buatannya, dimana cara-cara atau metode yang diterapkan merupakan warisan para pendahulunya,” kata Ketua Panitia Karnaval Katinting Eko Wahyu Handoyo kepada Villagerpost.com, Kamis (14/12).

Karnaval katinting merupakan even komunitas yang menyasar kepada masyarakat selaku pemanfaat langsung sumber daya alam di Taman Nasional Bunaken. Even karnaval katinting merupakan apresiasi kepada para nelayan kecil dan tradisional yang telah mengabdikan diri dalam mata pencaharian dan sumber nafkah keluarga.

“Para pemilik katinting selama bertahun-tahun merupakan pemanfaat langsung sumber daya perikanan di Taman Nasional Bunaken, dengan karnaval katinting pula nelayan kecil dan tradisional merasa bangga dengan matapencahariannya dan mendukung kegiatan konservasi di Taman Nasional Bunaken,” tegas Eko.

Masyarakat yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken menggunakan katinting sebagai alat bantu dalam transportasi pemanfaatan sumber daya perikanan dan penangkapan, sekaligus sebagai alternatif dalam transportasi antar desa dan antar pulau di Taman Nasional Bunaken. Umumnya katinting merupakan perahu kayu kecil dengan panjang 5-6 meter, tinggi 80-100 cm dan lebar 80-120 cm, berpenggerak poros panjang, pada setiap perahu dapat ditempati 1 atau 2 motor tempel tergantung situasi dan penggunaan.

Masyarakat pengguna katinting di Taman Nasional Bunaken merupakan nelayan kecil dan tradisional. “Fungsi perahu katinting pada akhir-akhir ini telah bergeser mulai dari alat transportasi dan alat bantu tangkap perikanan ke penggunaan pariwisata,” tambahnya.

Beberapa fungsi perahu katinting di Taman Nasional Bunaken antara lain adalah sebagai sarana penangkap ikan. Sebagai alat penangkap ikan yang relatif harga terjangkau oleh masyarakat nelayan kecil dan tradisional menjadikan perahu katinting pilihan utama.

“Selain itu dengan katinting dapat menuju suatu lokasi yang mudah dicapai, demikian pula dalam pengoperasian peralatan tangkap lainnya yang tergabung dalam perahu katinting menjadi mudah, apalagi ikan-ikan tersebut merupakan ikan karang,” kata Eko.

Perahu katinting juga berfungsi untuk sarana wisata. Kapal wisata adalah merupakan kapal yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan pariwisata para wisatawan. “Berarti kapal ini didesain sebagus mungkin dan menarik, sehingga penumpang wisata merasakan kenikmatan dalam wisatanya,” tambahnya.

“Paradigma perahu katinting untuk berwisata tidak berlaku di Taman Nasional Bunaken, disebabkan umumnya wisatawan yang memanfaatkan jasa katinting adalah wisatawan pemancing ikan,” terang Eko

Katinting juga berfungsi sebaga sarana transportasi. Dalam banyak kasus, pengoperasian perahu katinting mudah dan bahan bakar yang digunakan relatif irit dibandingkan dengan mesin perahu yang lebih besar. “Perahu katinting digunakan sebagai sarana transportasi oleh masyarakat dan nelayan baik antar desa di wilayah penyangga maupun antar pulau untuk mengunjungi kerabat,” ujarnya.

Kegiatan “Karnaval Katinting” dipusatkan di Desa Arakan sebagai penyangga Taman Nasional Bunaken. Dalam acara ini, pihak pengelola TN Bunaken dan masyarakat juga mengandeng pihak Lantamal VIII sekaligus bentuk Cinta Bahari dengan menjadikan Pos TNI AL untuk lokasi pendaftaran peserta lomba karnaval katinting dan perahu katinting hias.

Adapun untuk syaratnya sebagaimana terdaftar dalam foto selebaran flyer. Sampai sekarang sudah terdapat 100 pendaftar yang akan mengikuti lomba. Pelaksanaan dimulai dari tanggal 15 Desember dan puncaknya tanggal 16 Desember 2017 untuk memperebutkan berbagai hadiah menarik antara lain mesin katinting, lemari es, televisi LED, speaker active serta berbagai doorprise. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *