Kasus Pembantaian Rusa Belum Terungkap, Kepala BTNK Diminta Tanggung Jawab | Villagerspost.com

Kasus Pembantaian Rusa Belum Terungkap, Kepala BTNK Diminta Tanggung Jawab

Rusa Timor yang mati dibantai pemburu liar (dok. istimewa)

Labuan Bajo, Villagerspost.com – Kasus pembantaian puluhan rusa yang diduga diburu dari sekitar kawasan Taman Nasional Komodo masih juga belum terungkap. Peristiwa tragis itupun ikut menjadi perbincangan para anggota DPRD Manggarai Barat. Para anggota dewan menyatakan kegeraman mereka atas terjadinya peristiwa itu dan meminta Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) bertanggung jawab.

Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat Abdul Ganir menegaskan, pihak DPRD meragukan kinerja kepala BTNK. “BTNK harus bertanggungjawab soal rusa itu. Kepala BTNK harus dimintai pertanggungjawabannya dan dia harus bertanggungjawab,” tegas Ganir, Senin (7/8) lalu.

Ganir mengaku khawatir jika kasus perburuan liar rusa yang seharusnya menjadi mangsa alami komodo di TN Komodo itu terus terjadi, maka populasi komodo akan ikut berkurang karena tidak adanya mangsa. “Kalau terus terjadi, suatu saat komodo bisa musnah,” ujarnya.

Peristiwa pembantaian rusa yang diduga berasal dari TN Komodo itu juga menjadi perhatian anggota DPR RI asal NTT Andre Garu. Dia meminta agar pihak BTNK meningkatkan keamanan kawasan taman nasional dengan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli rutin.

“Harus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar selalu patroli. Kalau benar ada pembantaian rusa di Pulau Komodo, berarti pegawai BTNK itu tidak bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, warga di sekitar TN Komodo juga mulai bersuara terhadap kinerja Kepala BTNK Sudiono. Warga Manggarai Barat, khususnya para pemuda mulai mendesak pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar mencopot Sudiono dari jabatannya.

Tokoh pemuda Manggarai Barat Leonardus Ngambut mengatakan, Kepala BTNK sebaiknya diisi oleh putra daerah. “Mabar ini tidak kekurangan sumber daya manusia terbaik. Bahkan, banyak putra Mabar yang memiliki kemampuan dari segi manajerial untuk mengepalai BTNK ini,” ujarnya.

Leonardus mengaku, putra daerah Manggarai Barat sangat geram dengan kejadian itu. “Ini bukan saja pembiaran tapi pembusukan manajemen BTNK. Mereka sudah tidak becus dan tidak mampu lagi mengurusi TNK. Makanya, serahkan kepada kami putra daerah saja,” ujarnya.

Leo sendiri sudah menginisiasi pertemuan dengan rekannya yang juga membentuk Forum Masyarakat Labuan Bajo Peduli Komodo. “Kepala BTNK harus bertanggung jawab, dia harus diganti. Sekarang, kita bertanya, kenapa hal ini bisa terjadi? Dulu ini taruhannya nyawa dalam menjaga wilayah. Tidak main-main seperti sekarang ini. Dulu tembak di tempat,” tegasnya.

Pemuda Manggarai Barat lainnya, Boni Mindjo meminta Pemkab Mabar agar membantu menyampaikan atensi putra Mabar ke Pemerintah Pusat. “Kami sangat berharap agar Pemkab Mabar menyampaikan tuntutan ini ke pusat. Intinya, harus ganti Kepala BTNK ini. Dan ingat, kami akan menggalang massa yang banyak sampai tuntutan pencopotan dipenuhi,” pungkasnya.

Atas peristiwa pembantaian itu, sebelumnya Kepala BTNK Sudiono mengatakan, pihaknya sudah mendapat foto itu sejak beberapa hari sebelumnya. Foto itu didapat dari akun facebook seseorang dan sudah ditelusuri.

“Belum bisa disimpulkan apakah rusa itu dari Pulau Komodo atau bukan. Tentunya kami juga tidak bisa mengatakan bahwa itu bukan dari Komodo. Kami sudah telusuri dan untuk sementara kami sudah mengetahui bahwa kapal motor itu berasal dari Pulau Sumbawa,” kata Sudiono

Peristiwa pembantaian rusa yang diduga diburu dari kawasan TN Komodo itu terungkap dari sebuah foto yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam foto yang kemudian menjadi viral itu, terlihat sebuah kapal motor mengangkut puluhan rusa yang sudah mati. Diduga rusa itu hasil perburuan liar di Pulau Komodo, Labuan Bajo.

Terlihat juga ada beberapa orang di dalam kapal itu, satu diantaranya sedang santai merokok. Sedangkan satunya bermain ponsel ditangannya. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *