Ke Grobogan, Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah dan Tinjau Padat Karya Tunai | Villagerspost.com

Ke Grobogan, Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah dan Tinjau Padat Karya Tunai

Presiden Jokowi meninjau pembangunan embung Dharmasraya yang dibangun dengan pola padat karya tunai (dok. ksp)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, hari ini, Sabtu (15/9). Dalam kesempatan itu, Jokowi melakukan penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk warga Kabupaten Grobogan dan sekitarnya. Sebanyak 8.000 sertifikat diserahkan Kepala Negara kepada warga yang dipusatkan di Stadion Krida Bhakti, Kabupaten Grobogan.

Jokowi mengatakan, sertifikat ini merupakan bagian dari 55 ribu sertifikat yang sudah disampaikan tahun ini. “Tahun depan 100 ribu (sertifikat) di Grobogan,” kata Jokowi.

Dia menegaskan, saat ini ada 116 juta sertifikat seluruh Indonesia yang seharusnya diberikan, tapi hingga 2014 baru 46 juta. Oleh karena itu pemerintah terus meningkatkan pembagian sertifikat ini, dimana tahun 2017 dari 500 ribu sertifikat menjadi 5 juta sertifikat. Untuk tahun ini, terang Jokowi, dibagikan 7 juta sertifikat, dan tahun depan ditargetkan 9 juta sertifikat diberikan.

“Biasanya 500 ribu sertifikat per tahun, artinya apa, nunggu 160 tahun, ya memang saya hitung, rakyat harus nunggu segitu, mau enggak?” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi pun berpesan agar masyarakat penerima menjaga sertifikatnya dengan baik termasuk jika masyarakat ingin menggunakannya sebagai agunan di bank. “Jadi kalau pinjam, dihitung. Gunakan semuanya untuk modal usaha, misalnya 30 juta dapat, semuanya buat usaha buat modal investasi, saya titip ini,” ucapnya.

Setelah pemberian sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, Presiden meninjau proyek dana desa berupa pembangunan talud yang ada di Desa Tambirejo, Kecamatan Taroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Jokowi didampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meninjau proyek yang merupakan program Padat Karya Tunai (PKT) itu.

Dalam kesempatan itu, Eko mengatakan, bangunan talud jalan tersebut berfungsi sebagai penahan longsor. “PKT di sini kata Pak Jokowi sudah bagus. Tadi Pak Jokowi nanya, berapa dibayar pekerjanya, tadi Rp70 ribu ya. Tukangnya dibayar Rp 90ribu sesuai UMP di sini. Dan dibayar harian setiap hari, setiap sore,” kata Eko.

Pada tahun 2018, Desa Tambirejo mendapatkan dana desa sebesar Rp829, 59 juta. Melalui hasil musyawarah desa, dengan menggunakan anggaran dana desa 2018 tahap II sebesar 50 juta, dibangunlah talud yang fungsinya menahan longsor dan memperlancar jalur air.

Pengerjaannya membutuhkan waktu selama 2 minggu. Dengan tenaga kerja 12 orang. Upah untuk kepala tukang sebesar Rp100.000, tukang Rp90.000, dan buruh sebesar Rp70.000. “Tadi saya lihat pembangunan infrastrukturnya sudah cukup bagus, agak kering sedikit karena bendungannya sedang diperbaiki, mudah-mudahan bulan depan sudah selesai,” terangnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Eko juga berpesan untuk meningkatkan pengembangan ekonomi. Contohnya adalah membangun desa wisata. Sawah jadi case country. Ke depannya ada program 100 desa dengan memberikan bantuan afirmasi Rp150 miliar untuk 100 desa.

“Tadi saya minta pada Pak Kades dan Bupati untuk menggenjot lagi ke pemberdayaan ekonomi juga BUMDes-nya untuk meningkatkan APBDes. Nanti kita akan ada show case-show case (desa percontohan) tentunya tidak semua desa, beberapa desa kita bantu untuk percontohan sebesar Rp1,2 miliar untuk pemberdayaan ekonomi, yang paling penting memberikan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Dana desa pada tahun ini telah digelontorkan sebesar Rp60 triliun tahun depan rencananya akan dinaikan lagi menjadi Rp73 triliun. “Desa ini karena IPM-nya sudah membaik jadi dana desanya tetap. Kan dana desanya bagi rata, yang daerah-daerah miskin dapat sampai Rp3,5 miliar. Tahun depan tidak mungkin jumlahnya lebih kecil dari Rp1 miliar dan tahun ini tidak mungkin kurang dari Rp800 juta,” jelasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *