Kebun Belajar Petani: Demi Pertanian Organik di Kabupaten Flores Timur | Villagerspost.com

Kebun Belajar Petani: Demi Pertanian Organik di Kabupaten Flores Timur

Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli memberikan pemaparan program pemkab terkait pertanian, khususnya pertanian organik. (dok. yayasan ayu tani)

Flores Timur, Villagespost.com – Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, otak petani itu ada di mata. Petani akan percaya bila sudah melihat. Untuk itu, demi mewujudkan pertanian organik di Kabupaten Flores Timur, dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, mesti dimulai dengan membangun kebun belajar petani, atau lazim disebut kebun contoh. Untuk mewujudkan kebun yang diperuntukkan bagi petani belajar pertanian organik itu, LSM Ayu Tani Mandiri, bersama pihak pemerintah Kabupaten menggelar diskusi bertema kemandirian pangan.

Diskusi tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/2) lalu di Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur. Dalam sambutan awal membuka kegiatan diskusi, Direktur Yayasan Ayu Tani Thomas Uran menegaskan beberapa pertimbangan penting sehingga diskusi ini diselenggarakan. Pertama, kata dia, pangan adalah kebutuhan dasar. “Tidak ada pangan, manusia atau masyarakat akan kelaparan bahkan mati,” katanya.

Menunggu pasokan pangan dari luar, menurut Thomas, itu sama artinya dengan menunggu kelaparan. “Kondisi ini sudah dan sedang terjadi. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini, salah satunya adalah sentuhan teknologi pupuk dan pemupukan. Tidak bisa dihindari bahwa masyarakat petani di wilayah ini belum banyak yang menerapkan pupuk demi peningkatan produksi,” papar Thomas.

Para peserta tampak serius memperhatikan pemaparan dari pemateri terkait rencana pembangunan kebun belajar pertanian organik di Flores Timur (dok. yayasan ayu tani)

Dia mengatakan, masyarakat masih bergantung pada kesuburan alamiah tanah, dan hal ini sudah sulit terjadi ketika sistem ladang berpindah sudah beralih menjadi ladang menetap. “Dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja di sektor ini serta keterbatasan luasan lahan kelola, maka pilihan bijak adalah ladang menetap dengan menerapkan teknologi tepat guna, dan salah satunya adalah tekonologi penerapan pupuk,” ujarnya.

Pemkab Flores Timur sangat menyambut baik gagasan untuk membangun kebun belajar pertanian organik ini. Wakil Bupati Flores Timur Agus Payong Boli mengatakan, dari sisi komposisi jumlah penduduk, mayoritas masyarakat Flores Timur adalah petani. “Dengan demikian, sudah selayaknya porsi kebiajakan anggaran ditujukan kepada petani,” tegas Agus.

Komitmen ini, kata dia, sudah mulai dibuktikan dengan menaikkan anggaran di sektor pertanian yang mencapai 300% dari anggaran sektor pertanian tahun sebelumnya. “Itu baru kebijakan anggaran di tingkat kabupaten. Di tingkat desa, mestinya mempertimbangkan faktor komposisi penduduk,” kata Agus.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk sektor pertanian, dan kita yakin, sektor pertanian akan mampu mengatasi berbagai persoalan, di antaranya adalah persoalan pangan yang menjadi kebutuhan dasar, dan persoalan tenaga kerja,” tambahnya.

Para peserta berpose bersama Wakil Bupati usai acara (dok. yayasan ayu tani)

Dengan mengarusutamakan anggaran pada sektor pertanian, Agus berharap, Flores Timur mampu menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat. “Sektor pertanian, bisa juga akan bersentuhan dengan industri, bila rantai pertanian diperpanjang dalam satu kesatuan rantai pertanian,” tegas Agus.

“Sebagai bupati dan wabup yang dipilih oleh masyarakat, kami sudah punya komitmen itu, dan sudah kami mulai. Tinggal saja pemerintah desa, sejauh mana mensinkronkan rencana pembangunan desa dengan rencana pembangunan daerah. Bila kita kerja dengan serius pada sektor pertanian maka sebenarnya kita sedang menyelesaikan banyak soal,” kata Agus.

Mengenai peluang subsidi negara yang bersumber dari APBN untuk urusan pupuk, Agus berharap, mestinya ditanggapi oleh semua pemerintah desa secara positif. “Kasian bila ada subsidi, namun tidak dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah ini. Dalam pupuk bersubsidi ada juga peluang untuk mendapatkan pupuk organik, mengapa kita masih tawar menawar? Ini peluang, mari kita mulai dengan membangun kebun belajar di semua desa, dengan mengandalkan keuangan desa yang sudah ada. Kita mesti berani memutuskan keberpihakan kita pada petani, karena itulah jalan keselamatan masyarakat di wilayah ini,” tegas Agus.

Berkaitan dengan kebun belajar, Agus Payong Boli juga mengingatkan bahwa kebun belajar merupakan hal penting yang mesti dilakukan saat ini dalam kerangka mendukung spirit program kepala daerah yaitu “selamatkan petani”. Menurut dia, dalam tahun 2018 ini, mestinya di semua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Flores Timur harus sudah bisa membuktikan adanya kebun belajar bertani organik, juga kebun belajar beternak.

“Kita mesti mendedikasikan diri kepada petani dalam semangat pertanian organik, karena pendekatan ini lebih menjamin adanya keberlanjutan usaha untuk jangka panjang. Apabila pertanian organik sudah sukses kita jalankan di wilayah ini maka kita tengah menuju konsep hidup yang berkelanjutan. Hanya dengan gerakan bertani organik, kita menjamin usaha dan kehidupan yang berkelanjutan di wilayah ini,” pungkas Agus. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *