Kelangkaan Garam Sudah Diingatkan DPR Sejak 4 Bulan Lalu | Villagerspost.com

Kelangkaan Garam Sudah Diingatkan DPR Sejak 4 Bulan Lalu

Pertambakan garam (dok. wikipedia)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV DPR mengatakan, pihaknya sejak 4 bulan lalu sudah mengingatkan akan adanya ancaman kelangkaan garam. Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron mengatakan, ketika itu, DPR sudah mendapatkan laporan bahwa pabrik-pabrik garam sudah tidak memiliki bahan baku.

Produksi garam dalam negeri terganggu karena musim hujan yang berkepanjangan. “Impor ditutup karena memang reorientasinya pembangunan terhadap bagaimana produksi garam rakyat dalam negeri diangkat. Kita negara maritim, pantai kita panjang, jadi kualitasnya juga tidak kalah. Tinggal cara dan teknologi yang mana yang bisa menyamai terhadap produk-produk garam dari luar negri,” ujar seperti dikutip dpr.go.id, Jumat (4/8).

Herman menegaskan, saat ini situasi kelangkaan garam sudah terjadi, dengan demikian harus dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. “Pertama pabrik garam itu kebutuhannya harus dipenuhi dulu dan dihitung dengan pasti. Kalaupun kemudian izin impor garam 75.000 ton sudah terbit, tentu tidak harus utuh semuanya masuk, tetapi dihitung berapa proporsional yang bisa dipenuhi oleh impor dan berapa besar yang bisa dipenuhi oleh garam lokal,” jelas politisi Partai Demokrat tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk mengimpor garam sebanyak 75.000 ton yang rencananya akan didatangkan pada tanggal 10 Agustus mendatang untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi di Indonesia. “Bila perhitungan dilakukan secara tepat, kita tidak perlu lagi impor garam, bahkan suatu saat kita bisa ekspor garam. Jawa Timur, khususnya Probolinggo siap memproduksi karena termasuk daerah penghasil garam di tanah air,” tegas Herman.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menuturkan ini merupakan situasi serius dan mendesak. Sedangkan, Direktur Produksi PT Garam Budi Sasongko yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan industri kecil dan menengah yang menjadi sasaran impor garam adalah yang berkapasitas dibawah 5 ton. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *