Kemendag Bentuk Tim Pengawas Operasi Pasar Beras Medium | Villagerspost.com

Kemendag Bentuk Tim Pengawas Operasi Pasar Beras Medium

Stok beras di gudang Bulog. (dok hargajateng.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Untuk memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras premiun, Kementerian Perdagangan membentuk Tim Pengawasan Operasi Pasar (OP) Beras Tahun 2018. “Pembentukan Tim Pengawasan OP ini dimaksudkan untuk mengawal pelaksanaan operasi pasar beras medium oleh Badan Usaha Logistik (Bulog) bersama Dinas Perdagangan dan Satuan Petugas (Satgas) Pangan di seluruh Indonesia,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (10/1).

Untuk tahap pertama, tim ini akan mulai melakukan pemantauan pada tanggal 8-31 Januari 2018. Sementara untuk tahap kedua dimulai pada tanggal 1 Februari-31 Maret 2018. Tim Pengawas OP ini, lanjut Mendag, beranggotakan para staf unit Eselon I di lingkungan Kemendag yang akan bermitra dengan Satuan Petugas (Satgas) Pangan, 26 Divre/101 SubDivre Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan di 101 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi, serta para pelaku usaha termasuk distributor beras dan pedagang beras di pasar eceran di 101 Kabupaten/Kota.
Sementara itu, lokasi pengawasan OP yaitu mencakup 26 Divisi Regional (Divre), 101 SubDivre, dan 198 lokasi pasar.

Tim Pengawasan OP bersama mitra kerjanya akan memastikan pasokan OP beras medium oleh Divre/SubDivre Bulog ke Distributor/Pedagang Besar sampai ke tangan pedagang di pasar pantauan BPS dengan cukup dan lancar tanpa kendala.

Selain itu, juga memastikan tersedianya stok beras medium di Gudang Bulog, Gudang Distributor pada lokasi Divre/SubDivre Bulog, serta memastikan agar OP beras medium dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan harga dan inflasi di bulan Januari-Maret 2018.

Mereka juga akan memastikan terlaksananya penjualan beras medium tidak melebihi HET di wilayahnya yang mengacu pada Permendag Nomor 57/MDAG/PER/8/2017. Di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp9.450/kg. Sedangkan di wilayah Sumatra (kecuali Lampung dan Sumatra Selatan), Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, HET beras medium sebesar Rp9.950/kg. Sementara di Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp10.250/kg.

“Dengan pembentukan Tim Pengawas OP Beras diharapkan beras medium dapat didistribusikan melalui OP oleh Bulog dalam jaringan penjualan sampai ke tingkat eceran sebagai tambahan volume penjualan, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras medium dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai HET yang ditetapkan. Langkah ini juga dilakukan karena beras merupakan komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi,” kata Enggar.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga telah mengirimkan surat kepada para Kepala Daerah untuk melakukan pengawasan pelaksanaan kegiatan Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Beras Medium dengan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah yang dilakukan Perum Bulog di masing-masing daerah.

Pada Selasa (9/1), Mendag bersama Dirut Perum BULOG melakukan pelepasan Operasi Pasar (OP) beras di Gudang Perum BULOG Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelepasan OP beras ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras jenis medium, yang akhir-akhir cenderung mengalami kenaikan harga.

“Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan beras di pasar-pasar sehingga harga tetap stabil dan meminimalisasi kenaikan harga di tingkat konsumen melalui OP beras. Pelepasan OP beras diawali di 10 pasar di wilayah DKI Jakarta dan diikuti secara serentak di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir Maret 2018,” jelas Enggar.

Dari hasil pantauan di pasar-pasar di seluruh Indonesia, lanjut dia, masih terjadi sedikit kenaikan harga beras secara kontinyu hingga memasuki awal panen raya pada bulan Maret. Harga rata-rata beras medium secara nasional saat ini masih berada di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras Medium.

Namun, Enggar menegaskan, stok beras di gudang-gudang BULOG masih aman. Kemendag juga telah berkoordinasi dengan Perum BULOG untuk mengantisipasi kenaikan harga beras dengan melakukan OP di seluruh Indonesia.

Memasuki awal tahun 2018 ini, di beberapa wilayah Indonesia masih mengalami curah hujan tinggi yang dapat mengganggu jalur transportasi dan akses ke pasar-pasar eceran lainnya. Hal ini dapat berdampak kepada masyarakat yang mengalami gangguan pasokan untuk pemenuhan kebutuhan beras. “Pelepasan OP beras pagi ini merupakan suatu langkah yang tepat,” pungkas Enggar. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *