Kemendag: Hingga H-4 Harga dan Pasokan Bahan Pokok Stabil | Villagerspost.com

Kemendag: Hingga H-4 Harga dan Pasokan Bahan Pokok Stabil

Suasana pasar tradisional (dok. tourism.nttprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Perdagangan memastikan harga dan pasokan bahan pangan pokok masih stabil hingga H-4 Idul Fitri 1439 H. Kepastian itu disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai meninjau dua pasar rakyat di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (11/6). Pasar rakyat tersebut yaitu Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba.

“Secara keseluruhan, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah, semua harga bapok stabil dan terkendali. Beberapa harga bapok bahkan tercatat di bawah HET,” ujar Enggar dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Enggar menyampaikan, pantauan di kedua pasar menunjukkan pasokan beras melimpah dan cukup. Beras medium tercatat stabil. Sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp11.500-Rp12.000/kg, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. HET beras premium untuk wilayah Sulawesi yaitu sebesar Rp12.800/kg.

Selain itu, harga gula pasir tercatat Rp12.500/kg, cabe merah keriting Rp27.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, dan tepung terigu Rp8.000-Rp10.000/kg. Untuk daging sapi segar, harganya juga terpantau stabil yaitu Rp110.000/kg.

Mendag berharap stabilitas harga ini dapat membuat seluruh masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tidak perlu terjadi kepanikan membeli, khususnya menjelang Lebaran. Sementara itu, daging ayam terpantau dijual Rp30.000/kg. Harga ini jauh di bawah harga khusus sesuai Permendag Nomor 62 Tahun 2018 yaitu sebesar Rp34.000/kg.

“Salah satu hal yang cukup signifikan adalah harga daging ayam di wilayah Sulawesi Tengah terpantau terkendali dan bahkan lebih rendah dari beberapa provinsi lainnya. Kami memberikan apresiasi untuk seluruh jajaran Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah atas usaha dan kerja samanya dalam menstabilkan harga,” kata Enggar.

Kementerian Perdagangan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah, Bulog, dan Satgas pangan untuk memastikan tidak terjadi gejolak kenaikan harga, khususnya menjelang Lebaran 2018. “Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan Bapok,” tandasnya.

Mengantisipasi hari raya yang semakin dekat, Kemendag terus mengintensifkan pantauan pasar ke sejumlah daerah di Indonesia hingga Lebaran. Setelah Palu, Mendag Enggar dijadwalkan meninjau pasar di Kendari dan Makassar.

Sebelumnya, Enggar juga meninjau pasar rakyat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (9/6). “Secara keseluruhan semua harga stabil, tidak ada soal. Harga bapok seperti bawang merah, bawang putih, dan gula juga tidak ada soal. Beras Bulog dijual dengan harga Rp9.450/kg. Kementerian Perdagangan akan terus menjaga agar harga stabil dan pasokan cukup saat Lebaran,” kata Enggar.

Dalam kunjungan kali ini, Mendag Enggar blusukan ke Pasar Besar dan Pasar Kahayan, Kota Palangkaraya. Pantauan di kedua pasar menunjukkan beras medium Bulog dijual di harga Rp9.450/kg. Harga ini lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah Kalimantan, yaitu sebesar Rp9.950/kg. Begitu juga dengan beras premium, rata-rata dijual dengan harga Rp13.000/kg. HET untuk beras premium di wilayah Kalimantan adalah Rp13.300/kg.

Pemerintah mengatur harga penjualan beras di tingkat konsumen dengan instrumen HET melalui Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Mendag mengatakan tidak ada masalah jika dijual di bawah HET.

Selain itu, harga gula pasir juga terpantau di jual di bawah HET gula, yaitu Rp12.000/kg (HET gula Rp12.500/kg). Bawang merah Rp38.000/kg, bawang putih Rp31.000/kg, dan tepung terigu Rp9.000/kg. Mendag berharap stabilitas harga ini dapat membuat masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, tidak perlu terjadi kepanikan membeli.

Sementara itu, daging ayam terpantau di harga Rp42.000/kg. Untuk menekan harga ayam, Mendag Enggar mengatakan telah berkoordinasi dengan integrator untuk memasok daging ayam ke pasar. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga daging ayam.

Di sisi lain, daging sapi segar terpantau stabil dengan harga jual Rp120.000/kg. Namun, ada kenaikan permintaan untuk daging beku yang dijual dengan harga Rp80.000/kg. “Daging beku penjualannya meningkat. Ini salah satu cara untuk stabilisasi harga. Masyarakat mendapatkan pilihan, dapat membeli daging segar atau daging beku,” kata Enggar.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *