Kemendesa Percepat Sistem Desa Online | Villagerspost.com

Kemendesa Percepat Sistem Desa Online

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau pembangunan sistem desa online (dok. kemendesa.go.id)

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau pembangunan sistem desa online (dok. kemendesa.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan mempercepat pembangunan sistem desa online terkait program desa membangun. Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan sistem desa online akan mempercepat program desa membangun.

“Nanti segala informasi tentang desa ada di dalamnya sehingga potensi desa, produk unggulan desa, dan progres pembangunan desa bisa dipromosikan dan diakses dengan mudah,” kata Marwa, dalam pertemuan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), di Jakarta, Senin (25/7).

(Baca juga: Desa Kalensari Berdayakan Petani Muda Lewat Latihan Penulisan Populer)

Marwan menambahkan, desa online juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana transparaansi desa. “Laporan tentang rencana pembangunan desa, pengelolaan Dana Desa, dan progres pembangunan desa bisa dilakukan melalui desa online,” terang Marwan.

Dengan adanya jaringan desa online, lanjut Marwan, desa-desa di Indonesia juga tak lagi terisolasi dan akan lebih melek teknologi. “Akses informasi akan mudah didapatkan, sehingga transfer ilmu dan tekhnologi bisa cepat sampai ke desa. Desa harus menjadi subjek, bukan lagi sekedar penonton,” tegasnya.

Marwan mengaku yakin proses desa membangun akan semakin kencang terjadi, terutama dengan adanya dana desa yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, desa online akan mempermudah informasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bisa disampaikan kepada masyarakat desa dan terdokumentasi dengan baik.

Mengingat besarnya manfaat sistem desa online ini, Marwan mengatakan, akan mengerahkan semua kekuatan BPMPD di semua daerah agar mempercepat pelaksanaan desa online. Pengembangan desa online sendiri telah dimulai tahun ini dan secara bertahap terus dilakukan hingga rampung tahun 2019. Tahun ini setidaknya desa onlie bisa diterapkan untuk 20.000 hingga 30.000 desa.

“Kita harus gerak cepat. Sistem desa online ini tentunya juga memudahkan pemda dalam melakukan perencanaan pembangunan termasuk saat melaporkan arus lalu lintas dana desa yang telah diperoleh dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (*)

Ikuti informasi terkait pembangunan desa >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *