Kementan: Ini Lima Faktor yang Menjaga Kestabilan Harga Pangan | Villagerspost.com

Kementan: Ini Lima Faktor yang Menjaga Kestabilan Harga Pangan

Pedagang berjualan bahan pangan di pasar (dok. sumabprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, harga bahan pangan pokok pada sepanjang Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1439 H. ini relatif stabil. Dari pantauan Kementan, kata Suwandi, harga bawang merah pada H-3 lebaran 2018 turun 3,7% di 43 pasar retail Jakarta dibanding tahun 2017.

Pada H-3 ini harga bawang merah terpantau rata-rata Rp38 ribu per kilogram. “Cabai rawit merah yang menjadi momok di lebaran tahun 2017 saat H-3 lebaran ini berada pada harga Rp38 ribu atau turun 25 persen, dan harga cabai rawit hijau Rp33 ribu atau turun 9,9 persen,” kata Suwandi dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (13/6).

Meski begitu, Suwandi mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan yaitu pada komoditas cabai merah besar pada H-3 lebaran 2018 dibanding H-3 lebaran 2017. Harga saat ini Rp42 ribu per kilogram atau naik 16,6% dan cabai merah keriting Rp35 ribu atau naik 6,7%. “Namun kondisi kenaikan ini masih terjangkau masyarakat,” tutur Suwandi.

Suwandi juga menambahkan, pantauan posko bawang dan aneka cabai terhadap harga di level petani yang saat ini berkisar antara Rp21 ribu per kilogram (BEP Rp11 ribu per kilogram). Untuk bawang merah, cabai rawit merah Rp25 ribu per kilogram (BEP Rp12 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp25 ribu per kilogram (BEP Rp11 ribu per kilogram).

Untuk komoditas cabai merah keriting Rp27 ribu per kilogram (BEP Rp10 ribu per kilogram), cabai rawit hijau Rp21 ribu per kilogram (BEP Rp11 ribu per kilogram). “Rata-rata petani mendapatkan keuntungan antara Rp10 ribu sampai dengan Rp16 ribu per kilogramnya, yang berarti petani bisa tersenyum menghadapi lebaran 2018,” tukas Suwandi.

Menurut Suwandi, stabilisasi pasokan dan harga menyambut Idul Fitri 1439 H dapat dijaga karena ada lima faktor ini. Pertama, kesadaran kelompok tani binaan di bawah koordinasi champion cabai dan bawang merah konsisten dalam mengawal manajemen tanam.

“Produksi yang ada saat ini untuk aneka cabai merupakan pengaturan manajemen tanam pada 3 bulan sebelumnya dan bawang merah merupakan hasil manajemen tanam 2 bulan sebelumnya,” papar Suwandi.

Kedua, iklim yang mendukung dengan kondisi curah hujan sedang sehingga sangat mendukung pertumbuhan aneka cabai dan bawang merah. Ketiga, luas tambah tanam aneka cabai meningkat 5 -10 % dibanding bulan bulan sebelumnya.

Keempat, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) rendah yaitu dibawah 5 % dari luas total serangan nasional serta digalakkan gerakan pengendalian OPT ramah lingkungan. Kelima, harga aneka cabai dan bawang merah 3 bulan sebelumnya posisinya stabil sehingga petani bersemangat untuk menambah luas tambah tanamnya.

Terkait hal ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, Kementan memang terus memonitor pergerakan harga komoditas sayuran khususnya bawang dan aneka cabai menjelang hari raya Idul Fitri. Amran Sulaiman menginstruksikan agar jajaran Kementerian Pertanian terus memonitor pergerakan produksi dan harga kedua komoditas strategis yang berpengaruh terhadap inflasi nasional.

“Jaga agar jangan terjadi gejolak harga bawang dan aneka cabai menjelang hari Raya Idul Fitri, kita ingin masyarakat tersenyum, dan petani untung. Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti Satgas Pangan, Kemendag, dan Pemerintah Daerah baik di level Propinsi dan Kabupaten,” tambah Amran.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *