Kementan: Panen Padi Ciherang di Karawang Barat Tunjukkan Paceklik tak Terjadi | Villagerspost.com

Kementan: Panen Padi Ciherang di Karawang Barat Tunjukkan Paceklik tak Terjadi

Petani merontok gabah usai panen (dok pemprov jabar)

Jakarta, Villagerspost.com – Panen padi varietas ciherang di Karawang Barat, Jawa Barat, dinilai Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai pertanda bagus yang menunjukkan tidak adanya masa paceklik atau gagal panen. Amran menegaskan, dalam periode Januari 2018, ada sekitar satu juta hektare lahan padi yang dipanen secara nasional.

Jumlah panen itu, menurutnya termasuk bagus meningat periode ini musim paceklik. “Secara nasional, kami panen di seratus titik,” ungkap Amran, dalam keterangan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Kamis (4/1).

Sebelumnya, pada Rabu (3/1), Kementerian Pertanian bersama sejumlah instansi menggelar panen raya padi ciherang, pada lahan seluas 800 hektare, di Karawang Barat. “Ini adalah bentuk upaya kami untuk swasembada pangan,” ujar Amran, saat mengawasi jalannya acara panen raya.

Sebelumnya ada beberapa pihak yang menyangsikan adanya panen di musim paceklik (bulan November-Januari). “Tetapi faktanya di hampir seluruh Indonesia di hampir seratus titik sedang panen saat ini,” terang Amran

“Paradigma baru sekarang, paradigma baru di pertanian adalah tiada hari tanpa tanam, tiada hari tanpa panen,” tambah Amran.

Dia memaparkan, di Jawa Barat ada 100 ribu hektare lahan yang melakukan panen di Januari. “Itu mungkin tiga minggu ke depan masuk panen puncak. Insya Allah stok kita aman, stok 1 juta (ton) di bulan Januari. Ini tidak masalah karena panen di bulan Januari 1 juta hektare, masuk Februari 1,7 juta hektare, Maret 2,1 juta hektare. Justru yang kita siapkan pengadaan untuk panen puncak besar-besaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga sempat berdiskusi dengan bendahara Gapoktan di wilayah Tanjungpura, Karawang bernama Tri. Kepada Amran, Tri mengatakan, bersyukur beberapa tahun belakangan terutama tahun lalu, gapoktannya mendapatkan berbagai alsintan (alat mesin pertanian) seperti mesin pompa, dryer, dan traktor. “Alhamdulillah banyak pak bantuan, mesin pompa, dryer, traktor ada, pengering, perontok,” ujarnya.

Di wilayah Karawang sendiri diperkirakan di bulan Januari panen sekitar 10 ribu hektare dengan luas areal keseluruhan 96 ribu hektare, dan setiap hari selalu ada panen. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Hanafi ketika berdiskusi dengan Menteri Amran di lokasi panen.

Karawang pun selalu menjadi langganan surplus beras setiap tahunnya. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengataka, estimasinya Karawang setiap tahun mampu menghasilkan 1,3 juta ton GKP (gabah kering panen) dengan surplus 500 ribu ton GKP. Selain itu, kebijakan asuransi pertanian telah tertular ke pemerintah daerah Karawang.

“Kabupaten Karawang sendiri telah menetapkan asuransi pertanian untuk tahun anggaran 2018 senilai 2,5 miliar rupiah atau setara dengan 70 ribu hektare lahan pertanian,” jelas Cellica.

Sementara Ketua Satgas Pangan sekaligus Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto yang turut hadir dalam kegiatan panen raya mengatakan, kebijakan mengenai perberasan merupakan suatu langkah yang strategis. “Untuk mempertahankan lahan dan meningkatkan hasil penen merupakan tugas kita semuanya, dengan adanya intensifikasi, bantuan dan perubahan mindset ini merupakan suatu langkah yang baik,” terang Setyo.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kementan, Banun Hartini mengatakan di Karawang Barat, panen dilakukan di dua lokasi. Titik pertama seluas 300 hektare, dan titik ke dua 500 hektare. “Produksi padi di Karawang Barat mencapai 5,6 ton, hinga 6,1 ton per hektare,” kata Banun.

Banun yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Provinsi Jawa Barat mengatakan, dalam catatannya, ada 5.800 hektare lahan di Kabupaten Karawang Barat yang sudah panen padi.

Untuk keseluruhan, Jawa Barat telah panen padi di 100.996 hektare lahan selama periode Januari ini. “Januari ini, Sukabumi yang paling banyak hasil panennya, yaitu 18.170 haktare,” tukas Banun.

Banun Harpini menjelaskan, di wilayah Jawa Barat sendiri produksi padinya ditingkatkan dengan skema meningkatkan produktivitas melalui pengembangan bibit unggul yang juga tahan wereng. “Kami menggunakan varitas baru unggul, produktivitas tinggi dan tahan wereng, yaitu inpari 33. Sudah di coba di Majalengka, di Subang, masing-masing 500 hektare sudah 3 kali pertanaman aman terhadap wereng dan produktivitasnya di atas 8 ton per hektare”, terang Banun. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *