Kisah Sukses Dana Desa di Sukaratu | Villagerspost.com

Kisah Sukses Dana Desa di Sukaratu

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengagumi produk hasul Usaha Bersama Komunitas Desa Sukaratu, Serang, Banten (dok. kemendesa.go.id)

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengagumi produk hasul Usaha Bersama Komunitas Desa Sukaratu, Serang, Banten (dok. kemendesa.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menilai, realisasi dana desa di Desa Sukaratu Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang, bisa menjadi contoh bagus penggunaan dana desa secara tepat sasaran. “Ini kepala desanya bagus ini. Dana desa telah digunakan untuk membangun jalan desa. Jadi jalan sudah mulai bagus,” kata Marwan, saat meninjau desa tersebut, Rabu (2/3) kemarin, seperti dikutip kemendesa.go.id.

Marwan menjelaskan, penggunaan dana desa memang wajib meliputi tiga hal yaitu, untuk membangun infrastruktur desa, kebutuhan sarana dan prasarana, serta untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi masyarakat. “Infrastruktur desa bisa bikin jalan, irigasi, jembatan, talub dan air bersih. Kalau sudah tersedia, bisa bangun sarana dan pra sarana seperti posyandu, PAUD. Nah, kalau 2 ini sudah terpenuhi, dirikan BUMDes,” ujarnya.

(Baca Juga: Dana Desa 2016 Bakal Segera Mengucur)

Dana desa yang diperoleh Desa Sukaratu tahun 2015 sebesar Rp263,25 juta. Dana ini digunakan untuk membangun jalan di tiga titik, yakni kampung Sukaratu, Kadu Kubur, dan Kampung Pasir Menyan. Tidak hanya itu, desa ini juga mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 sebesar Rp304,54 juta dan dana bagi hasil pajak dan retribusi kabupaten sebesar Rp54,65 juta.

Dana-dana tersebut, menurut Kepala Desa Sukaratu Irman Supriatman, dipergunakan untuk menggenjot pembangunan di desanya. “Khusus dana desa, digunakan untuk jalan. Sisanya untuk memperbaiki balai kegiatan belajar mengajar masyarakat,” ungkap Irman.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, selama berkarir di pemerintahan baru kali ini ia menyaksikan uang negara langsung dialirkan ke desa. Terlebih, desa memiliki wewenang penuh dalam merencanakan dan mengelola dana desa.

“Saya sudah 34 tahun berkarir di pemerintahan. Dan seumur-umur, baru kali ini ada duit ngalir langsung ke desa. Ini ada, baru di pemerintahan pak Jokowi dan Pak Marwan,” aku Pandji.

Ia mengatakan, dana desa di Kabupaten Serang telah digunakan untuk pembangunan infrastruktur berupa jalan antar desa, dan fasilitas penunjang ekonomi masyarakat. Dana desa dari APBN untuk Kabupaten Serang Tahun 2015 mencapai sebesar Rp89 miliar. “Ini sudah terserap semua,” kata Pandji.

Tahun 2016, alokasinya meningkat hingga Rp201 miliar. “Ini hampir tiga kali lipat meningkatnya. Dan tidak hanya dana desa, masih ada ADD (Alokasi Dana Desa) dari kabupaten dan dana lainnya,” ujarnya.

Dialirkannya dana-dana untuk kesejahteraan desa ini, kata Pandji, harus dijadikan motivasi bagi warga desa, untuk menggerakkan pembangunan desa. Ia juga mengajak seluruh kepala.desa, agar segera membuat rancangan pembangunan secara maksimal, dan melaporkan hasil pembangunan dengan cepat.

“LPJ 2015 harus dilaporkan dengan baik. Yang sudah alhamdulillah, yang belum segera. Output dana desa kita sudah jelas bentuknya, ada jalan poros desa dan lain-lain,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Marwan Jafar, mengatakan, bahwa upaya pemerintah untuk memberikan Rp1 miliar satu desa sesungguhnya telah terealisasi. Itulah sebabnya, ia menekankan pada seluruh desa untuk dapat.memanfaatkan dana tersebut dengan baik. “Ada dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat. Selanjutnya ADD,  ada dana bagi hasil. Belum lagi bantuan-bantuan dari berbagai kementerian,” ujarnya.

Menteri Marwan berharap, dengan adanya dana tersebut, tidak ada lagi desa-desa yang kekurangan infrastruktur dan tidak ada lagi desa yang dikategorikan tertinggal. “Dana desa saja, itu tiap tahun meningkat. Tahun 2015 dana desa Rp20,7 triliun. Tahun ini naik 2 kali lipat jadi Rp47 triliun. Ini setiap tahun akan terus naik,” terangnya.

Bangun UBK

Selain infrastruktur berupa jalan dan bangunan penunjang lainnya, Desa Sukaratu juga dipuji lantaran memiliki Usaha Komunitas Bersama (UBK) R2M yang dinilai cukup maju. Irman Supriatman mengatakan, UBK Desa Sukaratu siap mengalahkan produk-produk bermerek ternama alias branded.

Keyakinan muncul lantaran baru satu bulan berjalan, produk-produk UBK Desa Sukaratu sudah laris dipasaran. “Kami optimis, karena respons masyarakat sangat tinggi. Kualitas produk pun tidak kalah dengan produk bermerk,” ujar Irman.

Menurutnya, program UBK yang telah dicanangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sangat membantu aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan adanya program UBK, kreatifitas masyarakat semakin meningkat.

“Pengelolanya ini ibu-ibu semua. Jadi, ibu-ibu yang awalnya tidak ada aktivitas, sekarang aktif di UBK,” ujarnya.

Ketua UBK R2M Sukaratu Iroh Nafiroh menjelaskan, produk yang dihasilkan oleh UBK tersebut terbagi tiga, yakni deterjen cair, sabun cuci piring cair dan pewangi pakaian. Keunggulan produk-produk ini adalah lantaran kualitas produk tidak kalah dengan produk branded, namun harga yang ditetapkan untuk produk tersebut sangat terjangkau.

“Sabun cuci piring, cuma Rp2.500 per 220 mililiter. Deterjen juga sama, semua sangat murah dan terjangkau,” ungkapnya.

Ia mengatakan, berdirinya UBK tersebut, sebagian besar atas support, bantuan.dan bimbingan dari Kemendesa PDTT. Bantuan yang diberikan mulai dari alat produksi, bahan baku utama dan pelatihan produksi.

“Alat-alat produksi semua bantuan dari Kemendesa, bahan baku utama juga, dan ada pelatihan juga. Kalau anggaran untuk.operasional, kita sistem tanam saham dari anggota, yakni per saham Rp20.000,” ungkapnya.

Iroh menjelaskan, UBK tersebut adalah bentuk kerjasama dari 3 Desa, yakni desa Sukaratu, Sukaraja dan Sukamaju. Produksi dilakukan dari Senin hingga Kamis, di rumah produksi desa Sukaratu.

“Kita sekarang sedang mengupayalan standarisasi produk, agar produk kita bisa dipasarkan di berbagai supermarket. Kita yakin pasti bisa bersaing di pasaran. Karena kemarin, 1 bulan setelah launching Desember itu, langsung laku 500 pieces,” ujarnya. (*)

Ikuti informasi terkait dana desa >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *