KKP Tambah Bantuan Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan di Jawa Tengah | Villagerspost.com

KKP Tambah Bantuan Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan di Jawa Tengah

Nelayan menangkap ikan dengan alat tangkap ramah lingkungan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menambah jumlah bantuan alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan untuk nelayan di Jawa Tengah. Dalam penyerahan yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Senin (13/11), pihak KKP memberikan total bantuan 287 paket API ramah lingkungan kepada ntuk membantu nelayan Pekalongan, Batang dan Brebes.

Sejumlah 26 paket diserahkan ke nelayan Pekalongan, 61 paket untuk nelayan Batang dan 200 paket dibagikan untuk nelayan Brebes. Sebelumnya pihak KKP sudah memberikan sejumlah 123 API ramah lingkungan, yakni 25 paket bantuan API untuk nelayan Kabupaten Pekalongan, 30 paket untuk nelayan Kabupaten Batang, dan 68 paket untuk nelayan Kabupaten Brebes. Menyusul akan segera diserahkan 73 paket untuk tambahan bagi nelayan Kabupaten Brebes. Dengan demikian total bantuan API ramah lingkungan untuk nelayan Pekalongan, Brebes, dan Batang sebanyak 483 paket.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan pemerintah semakin intensif dalam mengembangkan API ramah lingkungan. Pihaknya berkomitmen penuh membantu nelayan terkait hal tersebut agar ekosistem laut tetap terjaga.

“Ciri khas dari wilayah Pekalongan dan sekitarnya adalah masyarakat santri yang terkenal guyub dan religus. Salah satu wujud nyata dari religiusitas tersebut adalah komitmen kita bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungannya. Oleh karena itu, pengembangan API ramah lingkungan ini sudah menjadi kebutuhan dan panggilan jiwa kita bersama,” papar Sjarief, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Syarief mengatakan, bantuan yang diserahkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan tetap menjaga sumber daya ikan dan laut Indonesia tetap lestari. API ramah lingkungan bukanlah semata program pemerintah tetapi justru menjadi kebutuhan para nelayan agar usahanya produktif dan tetap berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus hadir untuk memberikan bantuan, fasilitasi, sosialisasi dan berdialog dengan nelayan. API ramah lingkungan adalah modal kita untuk terus mengembangkan usaha penangkapan ikan secara produktif dan berkelanjutan,” tambah Syarif.

Dalam kesempatan yang sama, DJPT juga menyerahkan 1 unit kapal berbobot 5 GT dan 5 unit kapal berbobot 10 GT untuk Kota Pekalongan, 3 unit kapal berukuran 5 GT untuk Kabupaten Pekalongan.

Selain itu DJPT juga memberikan bantuan paket premi asuransi nelayan untuk Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan secara simbolis. Realisasi bantuan premi asuransi nelayan untuk keempat kabupaten/kota tersebut sampai saat ini sudah mencapai 12.703 nelayan (2.737 nelayan Batang, 6.309 nelayan Brebes, 3.438 nelayan Kabupaten Pekalongan, dan 219 nelayan Kota Pekalongan). Sampai akhir tahun ditargetkan tercapai bantuan untuk 18.300 nelayan.

Adapun nilai manfaat asuransi tersebut, santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp200 juta apabila meninggal dunia, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta.

DJPT juga bekerja sama dengan Bank BRI membuka Gerai Permodalan Nelayan (Gemonel) untuk meningkatkan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. Sampai saat ini terfasilitasi permodalan untuk nelayan Pekalongan sebesar Rp1,47 miliar, nelayan Kabupaten Batang sebesar Rp1,03 miliar, dan Kabupaten Brebes sebesar Rp2,6 miliar.

Sjarief mengajak seluruh insan perikanan Pekalongan dan sekitarnya untuk kembali menggalakkan kejayaan perikanan di wilayah tersebut. Terlebih Pekalongan dan sekitarnya kita diperkuat dengan berbagai infrastruktur yang terus dikembangkan serta permintaan terhadap produk perikanan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. “Untuk mewujudkan kejayaan itu, butuh komitmen dan kerja sama dari kita semua,” pungkasnya. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *