KKP Targetkan Produksi Perikanan Tangkap 9,45 Juta Ton di 2018 | Villagerspost.com

KKP Targetkan Produksi Perikanan Tangkap 9,45 Juta Ton di 2018

Tuna tangkapan untuk ekspor (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi ikan di tahun 2018 di angka 9,45 juta ton atau setara dengan Rp209,8 triliun. Dia menegaskan, untuk mencapai target tersebut ada dua cara yang akan dilakukan.

Pertama, mendorong keterlibatan BUMN di sektor perikanan. Misalnya dengan menggandeng PT Perinus (Perikanan Nusantara) dan Perum Perindo (Perikanan Indonesia) dalam penyediaan kapal pengangkut ikan. Kapal pengangkut ini akan digunakan untuk membawa hasil tangkapan nelayan dari wilayah timur kepada konsumen dan produksi pengolahan perikanan di wilayah barat Indonesia.

Selain itu, KKP juga akan kembali menyalurkan bantuan kapal perikanan sebanyak 513 unit. “Jadi, yang saya lakukan sekarang memperbanyak izin kapal pengangkut untuk memastikan ikan yang didaratkan ada pembelinya dengan harga yang baik dan sekaligus mengalir ke barat,” kata Sjarief, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (30/1).

Kedua, memperbaiki sistem pencatatan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pencatatan ini berlaku juga untuk hasil tangkapan kapal-kapal kecil yang selama ini dinilai masih kurang optimal. Dengan demikian diharapkan dapat diperoleh catatan tangkapan komoditas andalan KKP seperti udang, cumi, kakap, kerapu, dan kembung yang saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan stok.

Menurut Sjarief, stok udang, kakap merah, kakap cina, gulamah, dan cumi telah pulih di perairan selatan, seperti Laut Arafura. Di utara barat, seperti Natuna, stok kerapu juga telah pulih. Selanjutnya ia berharap ikan kembung dan bawal putih di Laut Jawa juga akan segera pulih. “Saya rasa 9,45 juta ton target yang cukup tinggi, tapi dengan intensitas kerja kami di lapangan, mudah-mudahan akan tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, untuk realisasi produksi perikanan tangkap pada tahun 2017 mencapai 7,67 juta ton, atau setara Rp158 triliun. Angka itu meningkat dibanding total produksi perikanan pada 2016 yang sebesar 6,54 juta ton atau senilai Rp121 triliun.

Sjarief mengatakan, peningkatan produksi tersebut salah satunya dipicu oleh bertambahnya jumlah kapal perikanan. Di tahun 2017, KKP telah memberikan bantuan kapal perikanan sebanyak 755 unit.

Selain itu, menurutnya, produksi nelayan tangkap juga terus meningkat seiring dengan kegiatan pemberantasan kapal asing pencuri ikan yang terus dilakukan. Berdasarkan data Komisi Nasional (Komnas) pengkajian sumber daya ikan (Kajiskan), potensi stok ikan Indonesia meningkat signifikan dari 9,93 juta metrik ton pada 2015 menjadi 12,5 juta metrik ton pada 2016. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *