KNTI: Nelayan Tradisional Kutuk Aksi Terorisme | Villagerspost.com

KNTI: Nelayan Tradisional Kutuk Aksi Terorisme

Nelayan tradisional bersiap melaut. KNTI mengutuk keras tindak terorisme di Surabaya dan Sidoarjo (dok. kotawaringinbaratkab.go.id)

Surabaya, Villagerspost.com – Nelayan tradisional yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Dewan Pengurus Daerah KNTI Kota Surabaya menyatakan prihatin dan mengutuk keras tindakan aksi bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) di Surabaya dan Sidoarjo.

“Tindakan aksi bom bunuh diri merupakan tindakan biadab dan tidak dapat dibenarkan berdasarkan ukuran norma apapun baik agama, moral dan publik,” kata Ketua Umum DPD KNTI Kota Surabaya M Syukron, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Syukron menegaskan, tindakan biadab para teroris ini mencederai rasa kemanusiaan dan berusaha untuk mengadu domba untuk merusak kerukunan agama di Indonesia. “Peristiwa ini merupakan aksi terorisme dan ancaman nyata bagi HAM dan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Syukron, sejak peristiwa di Mako Brimob pada 8 Mei 2018 yang, kini melebar ke aksi kekerasan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, pemerintah harusnya dapat bertindak preventif. “Terjadinya teror ini harus menjadi evaluasi bersama pemerintah dan masyarakat dalam tahap pencegahan aksi terorisme mulai dari penyadaran toleransi dan pluralisme dalam kehidupan sehari-hari hingga pemahaman bersama mengenai kehidupan yang rukun dan beragama yang menyejahterakan,” paparnya.

Di sisi lain, kata dia, KNTI melihat peran intelijen yang harusnya dapat menjadi jalan untuk pencegahan aksi teror sehingga dapat menghentikan aksi teror. Karena itu, berdasarkan serangkaian peristiwa teror bom tersebut, KNTI menyampaikan beberapa butir sikapnya.

Pertama, mengutuk keras segala bentuk aksi kekerasan dan kebiadaban terorisme. Kedua, mengucapkan belasungkawa yang mendalam bagi semua korban dan keluarganya. “Kami, organisasi nelayan tradisional Indonesia berdiri bersama anda. Kami mendesak agar negara memberikan perhatian khusus bagi korban dan keluarga korban untuk pemulihan bagi mereka,” tegas Syukron.

Ketiga, mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk lebih profesional dan akuntabel dalam upaya pencegahan dan penindakan terorisme. Lemahnya akuntabilitas kepolisian dalam penanganan terorisme akan justru makin memperkuat ancaman terorisme di masa depan.

“Dukungan publik yang sangat kuat kepada kepolisian dalam menindak terorisme adalah momentum bagi kepolisian dalam memperkuat reformasi kepolisian menuju polisi yang akuntabel dan profesional,” ujar Syukron.

Keempat, mendesak Kepolisian Republik Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme agar melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan kontra terorisme dan ekstremisme.
Kelima, mendesak Badan Intelijen Negara untuk bekerja lebih serius dan profesional dalam menyediakan informasi-informasi penting terkait segala bentuk ancaman keamanan yang menyerang keselamatan masyarakat.

Keenam, serangkaian peristiwa teror beberapa hari ini, pemerintah harus melihat momentum dukungan publik sebagai konsolidasi nasional dalam menangkal pemahaman radikalisme yang mengancam negara dan bangsa, bersama masyarakat.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *