Komisi IV DPR: Hilirisasi Petani Harus Terwujud | Villagerspost.com

Komisi IV DPR: Hilirisasi Petani Harus Terwujud

Pabrik penggilingan beras. (dok. bantenprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan hilirisasi petani harus segera terwujud, sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo dalam Nawa Cita. Dengan hilirisasi, petani tidak hanya sekadar bekerja keras memproduksi pangan, tetapi juga memiliki industri pangan untuk menurunkan angka kemiskinan dan mewujudkan pertumbuhan perekonomian berkualitas bagi petani.

“Kita fokus untuk mendirikan kedaulatan dan kesejahteraan petani, sehingga ketergantungan impor kita sebisa mungkin harus terus berkurang,” kata Politikus PKB itu, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (13/9).

Komisi IV, kata Daniel, juga mendorong agar petani dan kelompok-kelompok tani juga memiliki industri pangan. “Sehingga nantinya mereka bisa langsung menjual produk beras kemasan langsung kepada konsumen,” tambahnya.

Sebelumnya, Jokowi pernah “menantang” petani membangun korporasi. “Dengan membentuk kelompok korporasi, ada skala ekonomisnya. Kalau swasta besar bisa, saya meyakini petani-petani kita juga bisa. Kalau perusahaan-perusahaan besar bisa, petani-petani kita juga bisa. Keyakinan itu yang selalu saya sampaikan dimana-mana,” kata Jokowi dalam sambutannya saat membuka Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/6) silam.

Jokowi menilai, saat ini bukan saatnya petani tidak lagi fokus pada rutinitas urusan pupuk, urusan benih, karena hal itu sudah berpuluh-puluh tahun dilakukan. Ia menekankan perlu ada lompatan kenaikan kesejahteraan. Petani, kata Jokowi, juga jangan diarahkan untuk terus untuk menjual gabah.

“Stop itu, petani harus bisa menjual beras. Tetapi berasnya harus sudah dalam bentuk kemasan. Itu yang selalu saya sampaikan terus menerus. Karena keuntungannya ada di situ,” terang Jokowi.

Dia menekankan, petani sendiri harus bisa menjual sampai ke konsumennya. “Caranya, silakan, bisa dititipkan ke online store, bisa dipasarkan sendiri secara online,” ujar Jokowi.

Hanya saja, menurut Jokowi, yang namanya pemasaran sebuah produk itu memang harus dikerjakan oleh petani itu sendiri. “Karena keuntungannya ada di situ, di perdagangannya, di pemasarannya,” paparnya.

Jokowi juga pernah meminta petani untuk mengubah paradigma dari yang selama ini berkutat pada sektor budidaya menuju ke proses bisnis atau agrobisnis. Dia mengatakan, selama ini cara peningkatan kesejahteraan petani atau nilai tukar petani cenderung berkutat pada masalah on-farm dan melupakan bisnis.

Padahal, nilai tambah yang tinggi, atau nilai tambah yang besar, kata Jokowi, berada pada proses agrobisnisnya. “Inilah paradigma yang harus kita ubah. Jangan sampai kita terlalu berkutat pada sektor budidaya, yang berkaitan dengan pupuk, yang berkaitan dengan benih, yang berkaitan dengan insektisida,” ujarnya. (*)

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *