Komisi IV Temukan Cabai Impor Ilegal di Medan | Villagerspost.com

Komisi IV Temukan Cabai Impor Ilegal di Medan

Operasi pasar cabai merah kementerian pertanian (dok. pertanian.go.id)

Operasi pasar cabai merah kementerian pertanian (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kunjungan Kerja Komisi IV DPR ke Balai Karantina Pertanian Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara menghasilkan temuan mengejutkan. Tim yang dipimpin Ketua Komisi IV Edhi Prawbowo itu menemukan berkarung-karung cabai keriting kering impor yang diduga ilegal.

Anggota Komisi IV Rahmad Handoyo meyakini impor cabai merah kering ini dilakukan di luar kebijakan Kementerian Pertanian. Pasalnya, selama ini pertanian hanya mengizinkan impor cabai basah, bukan cabai kering.

“Ironis dan sangat disayangkan, impor cabai saja sudah mengecewakan di tengah meningkatnya produksi cabai dalam negeri. Apalagi ini cabai kering. Tentu sangat menyakitkan petani,” ujar Rahmad, seperti dikutip dpr.go.id, Selasa (3/5).

(Baca juga: Indonesia Nyaris Kecolongan Buah Impor Selundupan Pembawa Penyakit)

Rahmad juga meyakini, jika impor cabai keriting kering itu terus dilakukan, maka tidak hanya petani cabai yang akan menjerit, namun juga akan mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu pihaknya meminta agar pemerintah menghentikan impor cabai merah, apalagi cabai kering.

Lebih lanjut ia mengusulkan agar Komisi IV membentuk tim gabungan dengan Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan untuk membahas permasalahan impor cabai keriting kering ini. “Pada dasarnya perekonomian kita harus berpihak pada wong cilik. Dengan adanya impor cabai kering ini pastinya jauh dari tujuan itu. Oleh karena itu saya mengusulkan untuk membentuk tim gabungan dengan komisi VI DPR yang membidangi perdagangan untuk membahas permasalahan impor cabai keriting kering ini,” ujar Rahmad.

Sementara itu, anggota Komisi IV Fadly Nurzal, meminta pemerintah memperkuat perkarantinaan di Indonesia. Dia mengatakan, karantina menjadi sebuah bentuk pertahanan negara.

“Karantina itu selain untuk kepentingan ekonomi juga ada kepentingan pertahanan negara. Karena di beberapa negara selain terjadi konflik fisik, juga kerap terjadi serangan bakteri, virus atau kuman untuk melemahkan negara lain. Hal inilah yang harus diantisipasi,” ujar Fadly.

Oleh karena itu demi kelangsungan hidup bangsa dan anak-anak negeri, Fadli meminta pemerintah untuk memperkuat karantina yang merupakan pintu keluar dan masuk barang. Cara memperkuat karantina itu tidak hanya melalui kemampuan SDM (sumber daya manusia), juga meningkatkan teknologi karantina.

Sejauh ini menurut Fadli, teknologi karantina yang Indonesia miliki bisa dikatakan masih belum mumpuni. “Makin canggih kemungkinan orang luar (negara lain-red) untuk mengakali kita, sejatinya semakin tinggi kita mem-protect negara kita, baik lewat kemampuan SDM dan kecanggihan alat atau teknologi,” tegas Politisi dari Fraksi PPP ini.

Ikuti informasi terkait masalah impor >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *