Kualitas Beras Impor di Bawah Beras Lokal | Villagerspost.com

Kualitas Beras Impor di Bawah Beras Lokal

Beras impor cadangan di gudang bulog (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyayangkan masuknya beras impor di tengah musim panen raya petani saat ini. Dia meyakini, kualitas beras yang diimpor tidak sebagus beras yang diproduksi petani Indonesia. Bambang mengatakan, beras impor ini akan menjadi masalah Bulog itu sendiri. Kalau Bulog yang membeli beras ini suatu ketika akan kesulitan menjual dari beras-beras ini,” kata Bambang, saat melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Suka Pura Jalan Tipar Cakung, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/2).

Dia menegaskan, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyalurkan beras-beras itu. “Jangan sampai mengganggu iklim pertanian nasional, serta jangan sampai mengganggu suplai yang sudah berlebihan,” tegasnya.

Dari hasil sidak itu sendiri diketahui harga beras terpantau normal antara Rp6.500 sampai dengan Rp12.000 per kilogram. Salah satu pelayan Toko Beras Sumber Baru menyampaikan bahwa pembeli tetap banyak dan harga setelah tahun baru mengalami penurunan dan cenderung normal, beberapa pembeli pun menyatakan hal yang sama.

Seperti diketahui, beras impor ini dimasukkan oleh Bulog ke Indonesia sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). “Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian harus bisa mengatur agar beras impor ini jangan sampai mengganggu iklim pertanian kita. Kalau itu mengganggu maka petani-petani kita bisa-bisa enggan untuk bertani lagi,” katanya.

Bambang Haryo menginginkan pemerintah dapat saling mensinkronkan data dari Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab atas pemenuhan produksi beras dan Kementerian Perdagangan yang menilai kecukupan dan harga beras, sehingga tidak terjadi suplai yang berlebihan akibat dari masuknya beras yang diimpor yang dilakukan oleh Bulog atas rekomendasi Kementerian Perdagangan.

Jika terjadi over suplai maka akan terjadi penurunan harga gabah yang drastis dan iklim pertanian menjadi tidak kondusif. ketidakkondusifan ini, dia menkhawatirkan akan berakibat kepada menyulitkan petani sehingga petani akan semakin miskin, karena kebijakan pemerintah yang salah.

“Ini yang harus diperbaiki, agar pemerintah harus berhati-hati lagi, jadi jangan sampai terjadi lagi seperti ini, beras impor datang di saat-saat harga beras masih normal dan produksi beras kita juga berlimpah,” ujarnya.

Dari data yang dia himpun, Kementerian Perdagangan mengatakan produksi dan stok beras nasional menurun, tetapi Kementerian Pertanian mengatakan over suplai. “Nah ini ada ketidakjelasan dari data. Padahal Bulog juga hanya mampu menyerap 5% dari produksi nasional. Bulog juga tidak bisa menjadi patokan sebagai cadangan beras nasional. Padahal produksi nasional lebih besar dari cadangan beras yang ada di Bulog,” tandasnya.

Lebih lanjut, DPR akan mengadakan rapat kerja gabungan antara Komisi VI dan Komisi IV untuk membahas masalah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian agar data suplai dan demand ini tidak menyulitkan dari masyarakat konsumen maupun masyarakat petani, dan impor beras tidak terulang lagi.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *