Kunjungi Manado, Siti Nurbaya Beri Nama Bayi Anoa Kedua yang Lahir Alami | Villagerspost.com

Kunjungi Manado, Siti Nurbaya Beri Nama Bayi Anoa Kedua yang Lahir Alami

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar melakukan kunjungan kerja ke Manado bersama Anggota Watimpres Jan Darmadi, dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandow (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Manado, Villagerspost.com – Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Kamis (11/1) melakukan kunjungan kerja di Manado. Dalam kesempatan itu, Siti yang didampingi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jan Darmadi dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, mengunjungi kawasan Taman Nasional Bunaken dan Anoa Breeding Centre (ABC), Balai Penelitian dan Pengembangan LHK (BP2LHK) Manado. Pada kesempatan itu, Siti Nurbaya juga melakukan peluncuran (launching) nama ilmiah jenis burung baru di Pulau Rote, dengan nama Ibu Negara, Myzomela irianawidodoae.

Di TN Bunaken, Siti Nurbaya menyaksikan penandatanganan MoU antara LIPI dengan Badan Litbang Inovasi LHK, antara LIPI dan Ditjen KSDAE, dan antara Ditjen KSDAE dan Gubernur Sulawesi Utara. Khusus penantanganan antara Ditjen KSDAE dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meliputi beberapa hal.

Penandatanganan MoU antara Direktur Jenderal KSDAE dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Pertama, pengembangan wisata alam dan pembangunan sarana dan prasarana wisata alam. Kedua, optimalisasi mekanisme pengurusan pungutan masuk menuju kawasan Taman Nasional Bunaken. Ketiga, penguatan batas daratan Taman Nasional Bunaken. Keempat, penanganan sampah di kawasan perairan TN Bunaken dan dukungan role model serta pemberdayaan masyarakat.

Setelah itu, Siti Nurbaya kemudian melakukan kunjungan ke ABC BP2LHK Manado. Dalam kesempatan itu, Siti memberikan nama kepada bayi kedua Anoa (Bubalus depressicornis) yang lahir secara alami di kawasan tersebut. Anara, demikian, nama yang diberikan Siti Nurbaya.

“Kelahiran bayi kedua anoa ini memberikan harapan dalam pelestarian anoa. Perlu upaya yang lebih kuat dari berbagai pihak dalam mengembalikan kelestarian Anoa di alam,” tegas Siti Nurbaya dalam kesempatan itu.

Anggota Watimpres Jan Darmadi sedang menanam pohon dengan disaksikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Sementara itu, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto mengatakan, kondisi Anara dalam keadaan sehat dan menunjukkan pertumbuhan yang baik. “Kelahiran anoa ini merupakan wujud nyata keberhasilan KLHK dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Anara adalah anak kedua dari pasangan anoa bernama Ana dan Rambo yang lahir pada Rabu, 8 November 2017 pukul 21.38 WITA. Kelahiran bayi betina dengan berat sekitar 3,5 kg, panjang 60 cm, dan tinggi 50 cm ini, berlangsung secara normal dan alami tanpa bantuan medis. Kelahiran anoa kali ini diketahui berdasarkan pemantauan tenaga medis dan para peneliti di ABC.

Profil Maesa, anak anoa pertama yang lahir secara alami di Anoa Breeding Center, yang dimuat oleh LIPI (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

ABC merupakan sebuah fasilitas pelestarian anoa yang dikelola BP2LHK Manado, hasil kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara dan mitra. Fasilitas ini diresmikan Menteri LHK Siti Nurbaya pada 5 Pebruari 2015, yang didukung tim perawat dan tim medis, dan dilengkapi sarana CCTV.

Agus menerangkan, upaya pengembangbiakan anoa secara alami ini telah dilakukan sejak 2013. “Kelahiran ini juga menunjukkan adanya kemajuan hasil penelitian yang signifikan dalam proses penangkaran anoa yang dilakukan KLHK dengan dukungan para mitra,” ujarnya.

Profil jenis burung baru di Pulau Rote, dengan nama Ibu Negara, Myzomela irianawidodoae. (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Dengan lahirnya Anara , saat ini terdapat sembilan ekor Anoa di fasilitas ini, setelah Rambo, Rocky, Rita, Denok, Ana, Manis, Stela, dan Maesa. Anoa di ABC berasal dari wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

Anoa merupakan mamalia terbesar dan endemik di Pulau Sulawesi dan Pulau Buton, yang terancam keberadaannya akibat kegiatan perburuan. Sifat alaminya yang soliter, dan membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak, menjadikan populasi satwa ini sangat terbatas di alam.

Sebelumnya, di tahun 2017 lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkesempatan memberikan nama kepada bayi anoa pertama yang lahir di ABC. Bayi anoa itu diberi nama Maesa.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, PEH pada Balai TN Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *