Langkah Pemerintah Dongkrak Harga Karet | Villagerspost.com

Langkah Pemerintah Dongkrak Harga Karet

Petani karet tengah menyadap karet (dok. bumn.go.id)

Petani karet tengah menyadap karet (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Petani karet menjerit karena harga komoditas karet anjlok tajam hingga hanya mencapai Rp3000 per kilogram. Penyebab utama anjloknya harga karet adalah melemahnya ekonomi global sehingga tidak berimbangnya antara supply dan demand. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengambil langkah strategis untuk mendongkrak kembali harga karet.

Sebagai langkah pertama, pihak Kementan akan melakukan peremajaan 1 juta hektare lahan karet yang tidak produktif lagi atau replanting agar produktivitas dan kualitas kareta terjaga. Dana untuk melakukan replanting itu akan diambilkan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui, saat ini banyak kebun karet yang sudah tidak produktif lagi. Karena itu kebun-kebun tersebut perlu diremajakan. Langkah kedua, sambil menunggu peremajaan, para petani karet, kata Amran bisa bertanam padi, jagung dan kedelai untuk mengganti pendapatan dari pohon karet sebelum bisa dipanen. Pemerintah, kata Amran akan membantu petani melakukan hal itu.

“Kami akan berikan alat mesin pertanian dan benihnya gratis untuk petani karet. Kami berharap agar petani karet menanam padi atau jagung maupun kedelai di sela-sela pohon karet itu,” kata¬† Amran beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Pemerintah Dituntut Optimal Dongkrak Harga Karet)

Langkah ketiga, pemerintah akan menciptakan pasar dalam negeri dengan bekerja sama pihak Kementan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kementan, Kemenhub, Kemen BUMN dan Kemen PUPR sebelumnya memang sudah sepakat untuk menyerap karet dalam negeri dengan total 500 ribu ton tahun ini untuk keperluan proyek-proyek kementerian tersebut.

“Kebutuhan mereka ternyata cukup besar. Kemen PU misalnya, untuk pembuatan aspal mereka siap menyerap 200-250 ribu ton, Kemenhub untuk pembuatan kapal dan lain-lain bisa menyerap 100 ribu ton, dan BUMN kebutuhannya bisa mencapai 150 ribu ton,” papar Amran.

Dengan langkah ini, kata Amran, pemerintah yakin akan bisa mendongkrak harga karet. Dengan terbukanya pasar dalam negeri, diharapkan, nilai tawar karet untuk pasar ekspor akan lebih kuat. “Dengan begini, petani karet akan lebih tenang karena ada pasar dalam negeri. Ini juga akan mengubah harga dunia pula nanti karena nilai tawar karet kita lebih kuat. Kemudian manfaatnya adalah petani yang dulunya berpendapatan Rp1,4 juta dari karet langsung menjadi Rp3 juta, lalu impor menurun karena tanam jagung, dan harga karet tentu terdongkrak,” terang Amran.

Terkait langkah ini, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir mengaku akan segera melakukan sosialisasi langkah-langkah yang diambil pemerintah, terutama terkait program tanam padi, jagung dan kedelai disela kebun pohon karet dan peremajaan pohon karet 1 juta hektare.

“Ini akan segera disosialisasikan ke petani-petani karet. Langkah ini sudah dinilai bagus oleh dinas-dinas pertanian penghasil karet, asosiasi dan pemilik kebun karet. Ini juga merupakan langkah mengupayakan manikkan harga karet yang saat ini jatuh hingga Rp3.000 per kilo gram,” ujar Gamal.

Gamal menjelaskan, petani karet meminta harga karet Rp10.000 per kilo gram. Namun sejak melemahnya ekonomi global, harga karet terus terjun bebas hingga ke harga terparah Rp3.000 per kilo gram. “Idealnya memang minimal Rp10.000 per kilo gram, dan itu yang diinginkan petani karet. Namun pasar internasional yang menentukan harga karet. Sejak negara-negara konsumen karen menurunkan permintaan, harga karet makin turun terus,” kata Gamal.

Terkait upaya pembukaan pasar lokal untuk karet, lanjut Gamal, diharapkan harga sesuai dengan permintaan petani Rp 10.000 per kilo gram. Namun apabila belum bisa mencapai harga itu, diharapkan hasil dari tanaman sela itu dapat membantu pendapatan petani karet.

“Terkait kesepakatan dengan beberapa kementerian yang siap menyerap karet kita, memang belum ada kesepakatan harga. Namun tetap diharapkan harga sesuai yang diinginkan petani yaitu Rp 10.000 per kilo gram. Dan tanaman sela yakni padi, jagung dan kedelai nanti akan turut membantu pendapatan petani,” jelas Gamal. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *