“Main ke Hulu”: Cara Anak Muda Dukung Penetapan 9 Hutan Adat | Villagerspost.com

“Main ke Hulu”: Cara Anak Muda Dukung Penetapan 9 Hutan Adat

Penyerahan sertifikat penetapan hutan adat oleh Presiden Jokowi (dok. sekretariat kabinet)

Jakarta, Villagerspost.com – Jaringan River Watch Group Indonesia bakal menghelat kegiatan bertajuk “Main ke Hulu” pada tanggal 23-24 April 2017. Kegiatan itu dilakukan di salah satu hutan adat pertama yang ditetapkan oleh negara pasca putusan Mahkamah Agung (MK) no. 35/2012, yaitu hutan adat Kasepuhan Karang.

“Upaya ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Bumi 2017, sekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan publik, khususnya generasi muda, atas ditetapkannya 9 hutan adat pertama yang diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 30 Desember 2016 lalu,” kata Koordinator River Watch Group Indonesia Yayuk dalam pernyataan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Jumat, (21/4).

Yayuk menambahkan, bekerjasama dengan pemuda adat Kasepuhan Karang, sebanyak 50 anak muda dari berbagai kelompok di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Sukabumi yang menjadi bagian dari River Watch Group Indonesia akan melakukan penanaman pohon di 11 mata air yang berada di salah satu bagian dari leuweung tutupan, atau hutan tutupan masyarakat adat Kasepuhan Karang. “Selain itu, River Watch Group Indonesia juga akan melakukan pemantauan kualitas air dengan melakukan inventarisasi hewan-hewan avertebrata bioindikator air untuk mengambil data dasar tentang kualitas air di wilayah hutan adat tersebut,” ujarnya.

River Watch Group Indonesia merupakan jaringan anak muda pemantau sungai di wilayah Bogor, Jakarta, Depok dan Jambi yang terdiri dari komunitas Relawan for Life, Komunitas Makekal Bersatu dan Komunitas Ciliwung Depok. Kemudian ada pula Teens Go Green Indonesia, Lindalang, BBC Lengkong, Hi Lo Green Community, Uni Konservasi Fauna, Pramuka SMKN 3 Bogor, dan Komunitas Teras Kali Suren.

Program River Watch Group Indonesia ini merupakan bagian dari Kampanye Sungai Kita Hidup Kita (Our Rivers Our Life/OROL). Kampanye ini dilaksanakan melibatkan anak-anak dan pemuda/i di 6 negara lain di Asia Tenggara selain Indonesia, yaitu Myanmar, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam dan Kamboja. “Kampanye OROL bertujuan untuk memperkuat keterikatan generasi muda kepada sungainya, sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pengelolaan agraria,” tegas Yayuk.

Selain itu, kata dia, kampanye ini juga menyuarakan hak anak untuk menikmati lingkungan yang bersih dan aman (hak anak atas keadilan ekologi/Ecological Child’s Rights) di mana banyak pelanggaran terjadi akibat konflik agraria yang terjadi secara masif dalam upaya pemerintah meningkatkan sektor ekonomi negara. Kampanye ini digagas oleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI) bekerjasama dengan Sokola Rimba dan dilaksanakan oleh Relawan for Life atas dukungan Terre des Hommes Germany dan BMZ. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *