Mandiri, Petambak Dipasena Mulai Tahapan Rehabilitasi Tambak | Villagerspost.com

Mandiri, Petambak Dipasena Mulai Tahapan Rehabilitasi Tambak

Petambak Bimi Dipasena melakukan proses rehabilitasi tambak udang (dok. p3uw lampung)

Petambak Bimi Dipasena melakukan proses rehabilitasi tambak udang (dok. p3uw lampung)

Rawajitu, Villagerspost.com – Progres kemajuan di Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Lampung makin terasa denyutnya. Semenjak lepas dari hubungan kemitraan inti plasma 2011 lalu, telah banyak hal yang mampu dilakukan mulai dari pembelian alat berat, pembenahan saluran air, hingga fasilitas umum.

Kini para petambak mulai konsentrasi membenahi pola usaha dan merehabilitasi kolam-kolam budidayanya. Sebagai pilot project sekitar 50 Petani tambak P3UW Lampung, yang terhimpun dalam kelompok Usaha Bersama Rukun Warga/RW 7D dibawah unit Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAMP) Kampung Bumi Dipasena Jaya, menjalan pola usaha bagi hasil dan melakukan rehab tambak budidayanya secara mandiri.

Pembangunan kanal-kanal di sekeliling tambak yang direhabilitasi (dok. p3uw lampung)

Pembangunan kanal-kanal di sekeliling tambak yang direhabilitasi (dok. p3uw lampung)
Samsudin, seorang petambak yang ditemui saat tambaknya sedang dilakukan perbaikan menyampaikan, dirinya semakin optimis untuk berbudidaya lebih baik kedepan. “Dengan selesainya rehab ini, kebocoran air tambak dapat di minimalisir, harapan kami air tambak akan lebih stabil dan risiko penyakit dapat di minimalisir sehingga hasil produksi bisa lebih ditingkatkan” ujar Samsudin, kepada Villagerspost.com, Selasa (1/11).

Sudah tiga tahun lebih usaha bersama ini berjalan, dengan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini menggembirakan di saat banyak petambak yang lain masih bicara sulitnya permodalan untuk budidaya atau rumitnya masalah kemitraan, mereka justru sudah mampu meningkatkan daya dukung tambaknya secara mandiri.

Tambak milik petambak mandiri Bumi Dipasena siap direhabilitasi (dok. p3uw lampung)

Tambak milik petambak mandiri Bumi Dipasena siap direhabilitasi (dok. p3uw lampung)

Menggunakan plastik HDPE yang diorder langsung dari surabaya, tambak-tambak yang ada mulai dibenahi. Progres pengerjaan rehab tambak ini melibatkan banyak tenaga kerja dari desa-desa sekitar, dan menjadi tonggak finalisasi program revitalisasi mandiri di bumi Dipasena.

“Dengan biaya rata-rata Rp20 juta perkolam pembenahan kontruksi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi udang dari usaha budidaya yang mereka lakukan,” ujar Samsudin.

Ikuti informasi terkait tambak mandiri Bumi Dipasena >> di sini <<

Laporan: Ari Suharso, Petambak Dipasena Anggota P3UW Lampung

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *