Memberi Ruang Pada Peningkatan Pendanaan Iklim | Villagerspost.com

Memberi Ruang Pada Peningkatan Pendanaan Iklim

Aksi masyarakat asli Amerika menekan negara maju memberikan pendanaan adaptasi iklim bagi negara miskin dan berkembang (dok. oxfam america)

Aksi masyarakat asli Amerika menekan negara maju memberikan pendanaan adaptasi iklim bagi negara miskin dan berkembang (dok. oxfam america)

Jakarta, Villagerspost.com – Negara-negara donor pada Selasa (18/10) kemarin telah menerbitkan sebuah peta jalan yang menegaskan bagaimana di tahun 2020, mereka akan menyediakan dana sebesar US$100 miliar per tahun. Dana itu digunakan untuk mendanai negara miskin dan berkembang dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Peta jalan pendanaan iklim ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Meski demikian, para negara donor juga diingatkan untuk tidak membatasi jumlah pendanaan iklim. Ruang untuk meningkatkan pendanaan hingga di atas US$100 miliar pada 2020 harus tetap terbuka.

Kepala kebijakan iklim Oxfam Internasional Isabel Kreisler mengatakan, peta jalan itu, meski masih lama untuk diterapkan, namun menjadi langkah maju bagi upaya dunia untuk beradaptasi dan dan memerangi perubahan iklim.

“Sayangnya, proyeksi peta jalan untuk meningkatkan hingga dua kali lipat bantuan pendanaan untuk menolong negara miskin beradaptasi dengan perubahan iklim masih jauh dari mencukupi untuk meyakinkan bahwa kebutuhan kelompok masyarakat rentan bisa terpenuhi,” kata Kreisler, dalam pernyataan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Rabu (19/10).

Dia mengatakan, peningkatan itu berarti, pada 2020, dana adaptasi iklim akan berjumlah sekitar 20 persen dari US$ 100 miliar yang dijanjikan. Sementara, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan pada 2030, negara-negara berkembang akan membutuhkan pendanaan sebesar US$140 miliar-US$300 miliar per tahun untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Masih banyak yang harus dilakukan, dimulai dari bulan depan dalam konferensi perubahan iklim di Maroko. Kami mendesak negara-negara donor untuk meningkatkan upaya mereka dan menetapkan kerangka untuk meningkatkan hingga empat kali lipat pendanaan adaptasi pada 2020 dan bekerja dengan negara-negara berkembang untuk secepatnya membuat dana itu bisa diakses untuk mereka yang membutuhkan,” kata Kreisler.

Dia mengingatkan, dampak perubahan iklim sudah memperburuk kondisi kemiskinan dan kelaparan di dunia. Lebih dari 40 juta orang di dunia di kawasan Selatan Afrika saja, yang menghadapi kerawanan pangan. Aksi kemanusiaan dibutuhkan karena terjadinya kekeringan yang terus menerus.

“Cepatnya ratifikasi Kesepakatan Iklim Paris, menunjukkan para pemimpin dunia mengerti kegentingannya. Kami berharap mereka beraksi serupa untuk membantu masyarakat yang paling rentan terhadap perubahan iklim,” tegas Kreisler.

Seperti diketahui, dalam peta jalan yang disepakati negara-negara maju, pada 2020, negara-negara maju diharapkan mampu memobilisasi pendanaan iklim sebesar US$91 miliar. Pendanaan iklim pada tahun itu akan mencapai antara US$90 miliar-US$92 miliar tergantung seberapa efektif pendanaan publik mampu memobilisasi dana dari sektor swasta.

Dalam peta jalan itu dijelaskan, pendanaan publik akan meningkat hingga sebesar US$67 miliar pada 2020, dari sekitar US$41 miliar pada 2013-2014. Itu artinya ada peningkatan sebesar US$26 milar dari level saat ini. Mobilisasi dana sektor swasta diprediksi mencapai US$24 miliar pada 2020 tergantung seberapa efektid mobilisasi pendanaan di sektor ini. Namun negara-negara maju optimis angkanya bisa mencapai antara US$22,8 miliar-US$25,5 miliar.

Sumber pendanaan diperkirakan akan datang dari pendanaan bilateral langsung antar negara, pendanaan pembangunan multilateral, pendanaan kredit ekspor, dan pendanaan dari Green Climate Fund. Diperkirakan, mayoritas dana akan mengalir dari pendanaan bilateral dari negara maju sebesar US$37,3 miliar. Berikutnya dari dana pembangunan multilateral dan lain-lain sebesar US$29,5 miliar dan pendanaan swasta sebesar US$24 miliar. (*)

Ikuti informasi terkait pendanaan iklim >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *