Menjaga Kelestarian Gambut, Tanggung Jawab Semua Pihak | Villagerspost.com

Menjaga Kelestarian Gambut, Tanggung Jawab Semua Pihak

Kerusakan lahan gambut (dok. greenpeace)

Kerusakan lahan gambut (dok. greenpeace)

Bogor, Villagerspost.com – Pembahasan terkait ekosistem gambut seharusnya tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat administratif negara, dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Hal itu disampaikan perwakilan Badan Restorasi Gambut Myrna Safitri dalam acara Konferensi Gambut yang dihelat di Bogor, Senin (21/11). Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Sawit Watch bersama dengan Greenpeace, dan didukung oleh Badan Restorasi Gambut.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pihak diantaranya adalah perwakilan pemerintah daerah, perusahaan perkebunan kelapa sawit, masyarakat yang berada di sekitar gambut, NGO, Bank. Menurut Myrna, terkait restorasi gambut, BRG memiliki beberapa program strategis seperti Desa Peduli Gambut. Lewat program itu, BRG bersama masyarakat di sekitar kawasan gambut menjadikan wilayah dengan kubah gambut sebagai wilayah konservasi.

Kemudian masyarakat juga menanam spesies lokal atau yang ramah dengan gambut di wilayah gambut.
“Restorasi gambut, tidak akan mematikan ekonomi masyarakat, tetapi sebaliknya, restorasi gambut akan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan basis ekonomi terpadu,” kata Myrna.

Banyak potensi yang ada di kawasan gambut seperti buah-buahan, bahan untuk membuat tikar dan lain-lain. Ini menjadi potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. “BRG akan mempersiapkan 1000 Desa Peduli Gambut di Indonesia untuk tetap menjaga gambut tetap aman dan terbebas dari kebakaran hutan dan lahan,” jelas Myrna.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Sawit Watch Jefri Gideon Saragih menyampaikan, acara konferensi ini bisa menjadi ajang refleksi bagi kita semua tentang pentingnya gambut agar kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahun tidak terjadi lagi pada tahun-tahun yang akan datang. “Bagaimana melindungi gambut agar tidak terbakar lagi, bagaimana agar wilayah gambut mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak menjadi hal penting yang bisa dipikirkan bersama pada acara konferensi ini,” katanya.

Jefri menegaskan, dapat dilihat dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di lahan gambut pada tahun lalu, masyarakat yang tidak bersinggungan langsung dengan gambut banyak yang menjadi korban dan bahkan ada yang meninggal dunia. “Ini perlu menjadi perhatian serius kita bersama dengan saling membagi peran dan tidak hanya menumpukan pada satu pihak saja seperti BRG,” tegas Jefri (*)

Ikuti informasi terkait gambut >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *