Mentan Juga Minta Bulog Serap Jagung Petani | Villagerspost.com

Mentan Juga Minta Bulog Serap Jagung Petani

Prosesi panen jagung oleh pejabat Kementan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (dok. pertanian.go.id)

Prosesi panen jagung oleh pejabat Kementan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Selain melaksanakan panen padi, dalam safarinya di Sulawesi Selatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga melakukan panen jagung di Desa Benteng Tellue, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone. Dalam kesempatan itu, Mentan juga meminta agar Bulog menyerap jagung hasil panen petani dengan harga yang pantas guna mengamankan harga komoditas petani.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Amran memang mendapat keluhan soal masalah turunnya harga jagung ketika masa panen raya. Dalam musim seperti ini, harga jagung bisa turun sampai dengan Rp2.000 per kg, jauh dari titik untung yang diharapkan oleh petani jagung.

(Baca juga: Bulog Bakal Ditugaskan Stabilkan Jagung dan Kedelai)

Untuk itu Mentan memberikan jalan keluar dengan kebijakan dilapangan dengan menginstruksikan agar Bulog melakukan serapan dengan harga yang menguntungkan bagi petani jagung, “Mengenai harga yang ada di Bone, diskusi dengan direktur Bulog, untuk jagung kami minta dengan harga 2.700 rupiah, dan meminta, semua hasil di Bone untuk diserap dan disimpan,” kata Amran, Senin (4/4).

Bone sendiri memiliki produktivitas mencapai 13,14 ton jagung kering panen per hektare lahan jagung. Target tanam jagung dari kabupaten Bone adalah sebesar 45 ribu, dan tahun 2016 telah terealisasi serapan 60 ribu hektar.

“Untuk kecamatan Amalli terdapat 6 ribu ha jagung dan ini Amalli merupakan salah satu kecamatan sentra jagung untuk Bone, sedangkan di Desa Benteng Tellue sendiri memiliki 600 ha berpotensi pada komoditas jagung,” ujar Amran.

Mentan mengungkapkan, perhitungan secara nasional, produktivitas jagung dari tahun ke tahun mengalami angka peningkatan. Berdasarkan Angka Sementara Badan Pusat Statistik, produksi jagung nasional tahun 2015 mencapai sebesar 19,61 juta ton, mengalami peningkatan sebesar 3,17% atau lebih tinggi 0,61 juta ton dibanding produksi tahun 2014 sebesar yang sebesar 19 juta ton.

Di tahun 2016, Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi jagung naik menjadi 24 juta ton atau diharapkan meningkat sebesar 8,8%. “Antisipasi turunnya harga komoditas dilakukan dengan upaya pemerintah dengan melakukan penyerapan hasil panen secara cepat,” tegas Amran.

Pada acara tersebut Mentan berkesempatan untuk memberikan bantuan hand-traktor sebanyak 275 unit, pompa air sebanyak 55 unit, transplanter 36 unit, benih jagung hibrida sebanyak 1,5 ton, dan kedelai sebanyak 1 ton. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas jagung >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *