Mudik Asyik Tanpa Sampah Plastik | Villagerspost.com

Mudik Asyik Tanpa Sampah Plastik

Tumpukan sampah di wilayah perkotaan (dok. lipi.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengimbau kepada para pemudik agar tidak memproduksi sampah berlebihan. Khususnya sampah plastik. Hal itu dikatakan Siti saat melakukan peninjauan ke beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek untuk melihat pengelolaan sampah yang ditimbulkan oleh para pemudik, Rabu (13/6) kemarin.

Siti mengatakan, beberapa rest area memang terjaga baik kebersihannya, namun di badan jalan tol justru masih banyak terdapat sampah-sampah sisa makanan dan kemasan air minum. “Perlu ada kampanye di ruang publik juga, untuk mengingatkan masyarakat pentingnya mengurangi sampah plastik,” ujar Siti.

Momen mudik lebaran, memang selalu menyebabkan meningkatnya jumlah timbunan sampah di sejumlah lokasi fasilitas umum (SPBU, rumah makan, dan rest area) di sepanjang jalur mudik. Untuk itu, Pemerintah perlu mendorong dan melaksanakan mudik tanpa sampah sebagai salah satu wujud pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

KLHK mengajak seluruh komponen masyarakat seperti para pemudik, operator angkutan, pengelola jalan tol, pengelola program mudik bareng gratis, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama melaksanakan mudik tanpa sampah, terutama sampah plastik. Tagline yang diusung adalah “Mudik Asyik tanpa Sampah Plastik”.

Siti Nurbaya juga mengingatkan para pengelola area peristirahatan juga perlu memperbaiki instalasi air kotor atau air limbahnya. “Tahun depan saya akan minta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN untuk memasukkan parameter pengendalian sampah, di tempat-tempat tertentu, nanti datanya akan diambil KLHK dan akan dianalisis bersama, hal ini tidak bisa hanya di satu spot saja, tapi mungkin akan kita lakukan sampai Surabaya,” ujarnya.

Pentingnya kesadaran masyarakat dan tekanan pada produsen untuk mengambil limbah kemasannya secara simultan, lanjut Siti, inilah yang memungkinkan pengurangan sampah plastik ini berkurang. “Kami optimis bahwa ke depan bukan hanya buat law enforcement saja, tapi dinamika masyarakat yang semakin mendukung berkurangnya penggunaan plastik ini, akan membuat perubahan perilaku ini berhasil,” ujarnya.

Dalam melaksanakan mudik tanpa sampah, KLHK bekerja sama dengan berbagai pihak terkait telah mengimbau dan mengajak masyarakat, khususnya para pemudik, untuk menerapkan mudik tanpa sampah dengan cara memakai peralatan makan dan minum yang dapat dipakai ulang. Pemudik juga diimbau menghindari pemakaian wadah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, juga membatasi mengonsumsi makanan dan minuman berkemasan plastik.

KLHK telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah dengan melaksanakan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik. Pemerintah daerah juga wajib menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan sampah di lapangan.

Pemerintah melalui KLHK akan melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan mudik tanpa sampah melalui peninjauan langsung kondisi kebersihan di pintu tol, rest area, SPBU, rumah makan, dan fasilitas publik lainnya di beberapa jalur mudik utama bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. “Pengelola jalan tol dan aparat terkait juga perlu meningkatkan sosialisasi dan pemantauan sampah pada arus balik yang akan datang serta akan dilakukan evaluasi setelah Idul Fitri,” pungkas Siti.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *