Nyerah, Pemerintah Bolehkan Impor Daging | Villagerspost.com

Nyerah, Pemerintah Bolehkan Impor Daging

Pedagang daging sapi di pasar tradisional (distanak.bantenprov.go.id)

Pedagang daging sapi di pasar tradisional (distanak.bantenprov.go.id)

 

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah rupanya harus mengibarkan bendera putih kepada para importir daging. Setelah aksi kelangkaan daging sapi membuat para pedagang kelimpungan dan akhirnya mogok berdagang, pemerintah akhirnya membuka keran impor daging sapi yang selama ini ditutup.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengemukakan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Mendag Rahmat Gobel, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti telah melakukan rapat untuk mengambil tindakan, termasuk membuka impor yang lebih besar kepada Bulog.

“Tentu dilaporkan oleh Menteri Pertanian. Menteri Pertanian telah melaporkan dan tindakan-tindakan yang perlu diambil oleh Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian,” kata Sofyan seperti dikutip setkab.go.id, Senin (10/8).

Hanya saja, Sofyan Djalil tidak bisa memberikan kepastian berapa jumlah daging yang akan diimpor oleh Perum Bulog. Ia hanya menyebutkan, bahwa Bulog diberikan wewenang yang lebih besar untuk melakukan tindakan itu (impor) untuk menstabilisasi harga daging.

Demikian pula standar harga, pemerintah, kata Sofyan Djalil, juga tak menetapkannya. “Kita tidak bisa mengatakan berapa harga standar, yang menjadi masalah adalah tergantung supply and demand. Tapi bahwa harga sekarang ini sudah tidak rasional. Supply-nya ini harus kita bereskan,” jelas Sofyan.

Sejumlah media melaporkan, para pedagang daging yang melakukan aksi mogok mengeluhkan tingginya harga daging yang mencapai Rp120.000/kg, atau lebih tinggi dibanding masa Lebaran yang mencapai sebesar Rp100.000/kg.

Terkait rencana aksi pemogokan pedagang daging yang akan berlangsung hingga Rabu (12/8) mendatang, Menko Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan, akan dilakukan intervensi oleh Perum Bulog,

“Bulog sekarang melakukan intervensi ke pasar. Kemarin saya rapat dengan Dirut Bulog, yang  mengatakan mereka siap melakukan intervensi ke pasar terutama adalah mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasar hari ini. Itu jangka pendek sekali. Tapi jangka menengah dan panjang kita harus bereskan supply-nya,” ungkap Sofyan.

Menurut Menko Perekonomian, mekanisme pasar dalam kasus tingginya harga daging sapi saat ini kuncinya adalah supply and demand. “Kita bereskan supply dulu ya,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan, meski belum ada penugasan melakukan impor daging beku, pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan importir daging beku. Djarot mengatakan, proses impor daging beku bisa cepat dilakukan hanya dalam 1-2 hari setelah izin resmi penugasan impor dari pemerintah keluar.

“Penugasan impor daging bisa efektif paling tidak dalam waktu dua minggu ke depan,” kata Djarot.

Selain daging beku, Bulog juga akan memasukkan sapi hidup untuk kategori bakalan. Artinya sapi yang akan didatangkan Bulog butuh waktu 3 bulan pasca diimpor sebelum dipotong. Bahkan ada rencana ada penugasan untuk impor sapi siap potong. “Berapa bakalan, berapa sapi siap potong yang akan diimpor melalui penugasan Bulog, kami belum tahu,” katanya. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *