Oxfam Ingatkan Gentingnya Distribusi Air Bersih Bagi Penyintas Bencana Sulteng | Villagerspost.com

Oxfam Ingatkan Gentingnya Distribusi Air Bersih Bagi Penyintas Bencana Sulteng

Peta pusat gempa yang mengakibatkan tsunami dan menghantam Palu, Donggala dan sekitarnya di Sulawesi Tengah (dok. bmkg)

Jakarta, Villagerspost.com – Lembaga kemanusiaan internasional Oxfam mengingatkan gentingnya sistem distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan para penyintas bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Saat ini penyediaan air bersih sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi yang telah menghabiskan lebih dari belasan malam tidur di luar rumah setelah mengalami gempa dan tsunami dahsyat yang menghantam wilayah itu.

Teknisi pengairan Oxfam Bagus Setyawan mengatakan, dengan temperatur udara mencapai 35 derajat Celcius pada siang hari, para penyintas bencana ini sangat membutuhkan air. “Antrean panjang manusia selalu terlihat di dekat truk pengangkut air di kota Palu yang lumpuh,” kata Bagus dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (10/10).

“Mereka bahkan harus mengantre beberapa kali sehari lantaran tak punya tempat penampungan yang pas untuk menyimpan air,” tambahnya.

Pipa-pipa penyalur air di kota Palu mengalami kerusakan parah dihantam gempa bermagnitude 7,5 yang melanda pada 28 September lalu dan kota Palu menjadi sangat tergantung pada suplai dari armada truk air yang jumlahnya sangat terbatas untuk bisa memenuhi kebutuhan.

Para sopir truk terpaksa membuang waktu berharga berjam-jam untuk mengantre mengisi ulang air dari satu stasiun pengolahan air di Palu. Sementara itu, sebagian kecil warga di area pedesaan juga tak memiliki jaringan listrik atau bahan bakar untuk memompa air dari dalam tanah, dan sebagian lagi masih terisolir karena tanah longsor dan jalan-jalan yang rusak.

Setyawan mengatakan, jumlah toilet juga sangat terbatas di area-area penampungan sementara yang tampak di area persawahan dan di sepanjang jalan untuk mengakomodasi keperluan 70 ribu pengungsi. Di satu lokasi hanya terdapat 3-4 toilet yang dipakai bersama oleh sekira 600-700 orang, sebagian lainnya terpaksa buang air di tempat terbuka.

Oxfam mengingatkan penyakit akibat kelangkaan air akan sangat rentan menyebar dalam situasi seperti ini. “Jaringan distribusi air berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan di kota Palu, apalagi di wilayah-wilayah yang lebih terpencil yang harus disuplai melalui truk dengan lama perjalanan lebih dari 3 jam,” kata Setyawan.

“Orang-orang mengeluhkan kekurangan air bersih dan toilet. Ada kebutuhan sangat mendesak untuk menyediakan fasilitas pengolahan air dan toilet untuk mencegah penyebaran penyakit,” tambahnya.

Oxfam membawa peralatan pemurnian air yang mampu memproduksi 20 liter air bersih per menit dari lubang sumur, jumlah itu mampu mencukupi kebutuhan sekitar 500 orang per hari. Peralatan lainnya akan segera tiba dalam beberapa hari yang akan meningkatkan kapasitas hingga enam kali.

Oxfam memdistribusikan 1000 peralatan kebersihan terdiri dari peralatan untuk menyimpan air bersih, sabun, sikat gigi, pasta gigi dan kain lap. Oxfam bekerjasama dengan organisasi lokal yang tergabung dalam Humanitarian Knowledge Hub.

Adi Tuati, dari CIS Timor yang merupakan mitra Oxfam mengatakan: “Penyintas gempa sangat membutuhkan air bersih. Dalam hal ini, beberapa penyintas memiliki sumur dan kami dapat menggunakan peralatan yang disebut sky hydrant untuk memurnikan air sehingga siap digunakan.”

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *