Pahlawan Lingkungan Cilik dari Bunaken | Villagerspost.com

Pahlawan Lingkungan Cilik dari Bunaken

Anak-anak SD Inpres Popooh, merayakan hari pahlawan dengan melakukan aksi bersih pantai (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Memperingati Hari Pahlawan, bagi anak-anak Sekolah Dasar Inpres Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, bukan berarti sekadar menggelar upacara. Anak-anak yang umumnya anak nelayan di sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken ini, memperingati Hari Pahlawan dengan aksi nyata melakukan pembersihkan lingkungan pantai dari sampah yang berserakan.

Sekretaris Kelompok Cahaya Trans Olvie Takahindengan mengatakan, dengan melakukan aksi bersih sampah, para nelayan juga ingin mewariskan semangat kepahlawanan, khususnya pahlawan lingkungan kepada generasi penerus. “Dahulu bahu membahu pemuda dan pemudi mengangkat senjata, bertempur mati-matian untuk mempertahankan kemerdekaan. Kini kita mengisinya dengan bahu membahu menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya kepada Villagerspost.com, Senin (13/11).

Dengan semangat kepahlawanan, anak-anak sekolah dasar ini pun tak ragu untuk menyingsingkan lengan baju, laksana para pejuang, mengangkati sampah yang mengotori kawasan pantai sepanjang pesisir desa. Para murid kelas 3,4,5, dan 6 yang berjumlah 38 orang bersama para guru, melakukan aksi bersih pantai bersama dengan aparat pemerintahan desa setempat, pada Jumat (10/11) lalu.

Bersama para guru dan aarat desa, anak-anak belajar memahami pentingnya menjaga lingkungan lewat aksi ini (ok. villagerspost.com/eko handoyo)

Olvie mengatakan, aktivitas bersih pantai sebenarnya merupakan salah satu program kelompok nelayan Cahaya Trans binaan Balai Taman Nasional Bunaken. “Berhubungan dengan Hari Pahlawan, kami melakukannya sekaligus memberikan edukasi kepada para penerus bangsa tentang pentingnya lingkungan hidup. Maka kami ajak para siswa mengenal langsung aktivitas lapangan,” tambahnya.

Berbaris rapi bersiap melaksanakan aksi bersih pantai (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Menurut Olvi, kedepan tidak hanya dalam aktivitas lapangan seperti bersih pantai yang akan diajarkan. “Sebagai pendekatan kepada para siswa dalam mengenalkan lingkungan dan sumber daya alam di wilayah pesisir Taman Nasional Bunaken kami juga akan memberikan pembelajaran mengenai Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang dikembangkan oleh Cahaya Trans,” tegasnya.

Dia berharap program semacam ini, dapat dimasukkan menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah dasar. Dia menerangkan, dalam aktivitas bersih pantai anak-anak juga diajarkan mengenai lama waktu terurai sampah dan akibat yang ditimbulkan apabila kita tidak mengelola sampah dengan baik.

“Dalam kesempatan tersebut kami buat permainan dengan kuis-kuis yang menarik sehingga anak-anak antusias dalam melakukan aktivitas bersih pantai,” pungkasnya.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, PEH pada Balai TN Bunaken​, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *