Panen Raya di Sulsel, Pemerintah Siap Serap Gabah Petani | Villagerspost.com

Panen Raya di Sulsel, Pemerintah Siap Serap Gabah Petani

Prosesi panen raya padi di Sulawesi Selatan tahun 2014 silam (dok. pertanian.go.id)

Prosesi panen raya padi di Sulawesi Selatan tahun 2014 silam (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Panen raya yang dilaksanakan di beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan ditanggapi pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan program serap gabah seperti yang telah dilakukan sebelumnya. Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melaksanakan panen raya dan serp gabah di Desa Tonralipu, Kecamatan Tansitolo, Wajo, Sulsel, Senin (4/4) mengatakan, Program Panen dan Serap Gabah Petani merupakan satu upaya antisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen raya.

“Selain itu, program ini juga didukung dengan upaya distribusi pasokan yang stabil di tiap wilayah, sebagai cara efektif untuk menghindari lonjakan harga di tingkat konsumen,” kata Amran.

Mentan mengungkapkan, pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat petani untuk memberikan kesejahteraan terhadap petani dengan melakukan Serap gabah. “Kedaulatan pangan adalah ketahanan negara. Kalau petani miskin, negara lemah, kalau petani untung bangsa bisa maju,” kata Mentan

(Baca juga: Mentan Bentuk Tim Percepatan Serap Gabah)

Di Wajo terdapat tenaga THL sebanyak 22 orang dan PPL sebanyak 141 orang, dan Kepada THL dan penyuluh yang hadir pada kegiatan tersebut, Mentan mengharapkan dapat melakukan Serap Gabah sebanyak 5.000 ton untuk masing-masing penyuluh.

Kabupaten Wajo memiliki lahan seluas 52.000 hektare, sementara yang belum dipanen sekitar 35.000 hektare. Mentan berharap dari program panen dan serap gabah ini, untuk Wajo dapat terserap sebanyak 20 ribu ton gabah. “Jika itu teralisasi saya akan memberikan hadiah 30 ribu hektare benih untuk Wajo,” tegas Amran.

Dia pun segera menginstruksikan kepada Kepala Divisi Regional Bulog setempat untuk segera menyerap gabah petani. “Kadivre, di kabupaten Wajo, jangan sampai menyerap gabah kurang dari harga 3.700 rupiah, itu perintah,” ujar Mentan

Hal senada, sebelumnya juga diungkapkan Amran saat menghadiri panen raya di desa Bontolangkasa, kecamatan Mitasate’ne, Kabupaten Pangkep. Di lokasi tersebut Mentan secara langsung menyaksikan panen padi dengan menggunakan mesin panen combine harvester.

Produktivitas padi yang dihasilkan secara rata-rata di Pangkep adalah sebesar 8 ton per Ha, angka ini adalah diatas rata-rata produksi nasional. “Produksinya naik dua kali lipat, dari empat ton menjadi delapan ton per hektar, tinggal bagaimana kita membeli dengan harga yang wajar,” ujar Mentan.

Pada kesempatan tersebut Mentan meminta kepada Bulog untuk segera menyerap gabah dari petani di Pangkep. “Bulog tadi membeli harga empat ribu, itu sudah harga yang wajar, petani sudah untung, tapi jangan diutak-utik, kita menjaga harga jangan sampai jatuh,” jelas Mentan

Jika sinergi penyerapan tersebut untuk tahun ini berhasil sebesar 60.000 ton, Mentan menjanjikan akan memberikan bantuan tambahan 10.000 ha benih unggul untuk daerah tersebut. Di acara tersebut Mentan memberikan bantuan benih jagung sebanyak 100 Kg varietas Bima19. Untuk tahun 2016 Mentan mengisyaratkan jika analisa sudah baik dan tersedia lahan untuk tanam jagung sebanyak 2.500 ha, maka diinstruksikan untuk memaksimalkan penanamannya.

Selain itu, dari 55 unit hand traktor bantuan dari Kementan yang diberikan untuk Pangkep, Mentan memberikan instruksi bantuan tambahan sebanyak 20 unit hand traktor, begitu juga untuk combine harvester ditambah 5 unit, transplanter 3 unit dan 1 buah eskavator. Kepada penyuluh yang hadir pada kegiatan tersebut, Mentan mengharapkan dapat melakukan Serap Gabah sebanyak 3.000 ton untuk masing-masing penyuluh. (*)

Ikuti informasi terkait program serap gabah >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *