Panen Raya, Mentan Canangkan Program Sergab | Villagerspost.com

Panen Raya, Mentan Canangkan Program Sergab

Panen raya di wilayah Jawa Barat (dok. jabarprov.go.id)

Panen raya di wilayah Jawa Barat (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman meluncurkan program Serap Gabah (Sergab) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Bulog, BRI dan pemangku kepentingan lainnya demi mengantisipasi melimpahnya produksi gabah selama masa panen raya. Pencanangan program yang ditujukan untuk menyangga harga beras di tingkat petani itu dilakukan Amran di desa Babakan, kecamatan Cisaat, kabupaten Sukabumi, hari ini, Sabtu (12/3).

Dalam kesempatan itu Amran menjelaskan, lewat program ini, pihak Kementan bersama Bulo, BRI dengan dikawal pihak TNI akan menyerap gabah langsung dari petani. Tujuannya untuk memotong mata rantai perdagangan beras agar harga pangan pokok tetap stabil di masyarakat.

“Dua minggu terakhir ini kami berkeliling di 20 kabupaten di Jawa Barat, Timur dan Tengah. Kami melihat harga gabah ditingkat petani masih di bawah HPP pemerintah. Saya laporkan temuan ini ke bapak presiden. Setelah itu presiden memberi intruksi agar dibentuk tim khusus serap padi sebanyak-banyakya untuk menstabilkan harga,” kata Amran.

(Baca Juga: Mentan Bentuk Tim Percepatan Serap Gabah)

Amran juga menerangkan, Sukabumi dipilih menjadi tempat pencanangan program Sergab karena daerah ini merupakan satu dari daerah sentra padi yang harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp3.700/kg dibawah harga yang ditetapkan pemerintah. Pencanangan ini dilakukan bersamaan dengan panen perdana di areal 10 hektare dari luasan lahan padi 1.200 ha di kecamatan Cisaat, Sukabumi.

Menurut perkiraan, panen raya di kabupaten Sukabumi dengan areal tanam 90.000 hektare dari luas baku lahan 64.000 hektare akan dilaksanakan pada akhir Maret sampai dengan April 2016 ini. Jawa Barat sendiri memiliki angka produktivitas 6,6 ton/ha di tahun 2016 ini, di atas target produktivitas nasional sebesar 5,4 ton/ha.

Meski produktivitas tinggi, kata Amran, sayangnya masih terdapat tekanan terhadap petani dengan rendahnya harga yang diterima khususnya pada saat panen akibat panjangnya rantai petani dengan broker. Kondisi harga gabah rendah diberbagai daerah yang sangat merugikan petani di awal musim panen ini segera diantisipasi Kementerian Pertanian dengan menerjunkan 1.600 orang Tenaga Harian Lepas (THL) penyuluh di Propinsi Jawa Barat, petani/gapoktan untuk membantu menyerap gabah petani.

Bekerjasama dengan Bulog, program ini diharapkan dapat menjamin petani menerim harga yang pantas. Tidak hanya THL, untuk memastikan seluruh gabah hasil terserap, Kementerian Pertanian juga menggandeng TNI Angkatan Darat sebagai pendamping agar tata niaga gabah petani dapat diserap oleh Bulog sehingga kejahatan harga ditingkat petani dapat dihindari.

MenurutĀ  Amran, Tim Sergab akan bekerjasama dengan Bulog, sehingga lewat program ini diharapkan dapat menjamin petani menerima harga yang pantas. “Kalau seluruh indonesia akan diturunkan sebanyak 300 ribu personel Tim Sergab dengan target 1 hingga 2 minggu ke depan harga beras secara nasional stabil,” lanjut Amran.

Dia berharap, dengan adanya jaminan harga beli di petani mendorong kegairahan menanam dan bertani yang pada akhirnya akan menjamin ketersediaan dan kedaulatan pangan nasional.

Terkait pelibatan TNI dalam program ini, Amran menjelaskan, pihak TNI akan berperan mengawal hasil panen agar sampai langsung ke Bulog. Tujuannya, agar tata niaga gabah petani dapat diserap oleh Bulog langsung sehingga kejahatan harga di tingkat petani dapat dihindari.

“Dengan pendampingan petugas penyuluh, KTNA, dan semua unsur pertanian dan melibatkan anggota TNI dari tiap Koramil untuk pengawalan saya berharap petani diuntungkan dalam hal harga jual langsung ke Bulog,” pungkas Amran. (*)

Ikuti informasi terkait masalah harga gabah >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *