Panja Susu Kental Manis Buka Kotak Pandora Kelayakan Produk Makanan-Minuman | Villagerspost.com

Panja Susu Kental Manis Buka Kotak Pandora Kelayakan Produk Makanan-Minuman

Logo Badan Pengawas Obat dan Makanan (dok. bpom)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri mengatakan, dibentuknya panitia kerja (Panja) susu kental manis (SKM) bisa menjadi pintu masuk atau menjadi pembuka kotak pandora untuk menyelidiki kelayakan produk makanan dan minuman. Dia menilai, selama ini banyak produk makanan dan minuman yang dalam iklan dan labelnya tidak tidak menginformasikan kelayakan konsumsi produk.

Abidin menjelaskan, dengan terbentuknya Panja SKM ini, BPOM bersama DPR bisa melakukan investigasi secara menyeluruh. “BPOM bisa menginvestigasi secara menyeluruh produk makanan dan minuman yang diduga tidak layak dikonsumsi dan memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat mengenai hasil investigasinya demi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Abidin dalam siaran persnya, Selasa (10/7).

Politikus PDIP itu meminta agar para pelaku usaha produk makanan dan minuman bisa mematuhi aturan tentang Label dan Iklan Pangan, serta jujur menampilkan informasi mengenai kandungan, komposisi dan petunjuk penggunaan, serta anjuran konsumsi. “Termasuk dalam bentuk iklan promosi maupun pada label kemasan produk makanan dan minuman,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Abidin juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam mengkonsumsi produk makanan dan minuman. Salah satunya dengan mencermati label, komposisi, kandungan dan cara penggunaan produk serta anjuran konsumsinya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito menegaskan, susu kental manis tetap bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, susu kental manis bukan untuk pengganti susu bayi di bawah lima tahun. Penny menjelaskan, dalam proses membuat susu kental manis itu hanya sedikit susu asli yang digunakan, lalu dikonsentrasikan dan diberi gula dan krimer sebagai bahan pengawet

“Susu kental manis tetap bisa dikonsumsi oleh masyarakat, tapi bukan untuk bayi di bawah lima tahun. Ini karena komposisi gizinya yang rendah dan kandungan gula serta lemaknya yang tinggi sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan balita. Apalagi sebagai penganti ASI,” kata Penny.

Terkait polemik susu kental manis, Penny mengimbau, yang terpenting adalah masyarakat harus diedukasi mengenai kandungan nutrisi yang ada dalam suatu produk makanan atau minuman.
“Kita dari pemerintah dan pelaku usaha telah berupaya mengedukasi masyarakat agar sadar mengenai kandungan nutrisi di setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi. Mulai dari membuat regulasi hingga himbauan agar teliti dalam membeli sebuah produk,” kata Penny.

“Aspek keamanan merupakan tanggung jawab dari BPOM, pemerintah dan kita semua. Agar memastikan setiap produk itu bermutu dan sesuai standar yang ada,” tandasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *