Pemerintah Dituding Sembunyikan Hasil Kajian Reklamasi Teluk Jakarta | Villagerspost.com

Pemerintah Dituding Sembunyikan Hasil Kajian Reklamasi Teluk Jakarta

Nelayan tradisional bakal terdepak dari wilayah penangkapan ikan akibat reklamasi (dok. knti)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Koordinator Maritim Luhut Pandjaitan kembali mangkir tidak membuka dan menyembunyikan hasil kajian Komite Gabungan Reklamasi Teluk Jakarta. Hal ini terungkap saat sidang lanjutan gugatan informasi publik yang diajukan oleh Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang diwakili oleh ICEL, di Komisi Informasi Publik, Jakarta, Senin (3/4).

Dalam sidang tersebut, Menko Luhut melalui perwakilannya menyatakan dalam persidangan, kajian hanya berbentuk presentasi berisikan rekomendasi singkat terkait reklamasi tanpa memaparkan kajian komprehensif sebagai dasar pernyataan di berbagai media. Terkait pernyataan itu, Nelson dari LBH Jakarta menyatakan, Menko Maritim tidak konsisten dalam ucapannya yang menyatakan reklamasi dapat dijalankan berdasarkan kajian yang telah dilakukan.

“Seharusnya tanpa dilakukan sengketa pun, Menko Maritim dapat mempublikasikan kajiannya untuk membuktikan pernyataannya. Ini merupakan preseden buruk terhadap hak publik terhadap informasi atas pembangunan yang berdampak bagi orang banyak,” tegas Nelson.

Sementara itu, Rayhan Dudayev dari Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta mengatakan, kajian komite gabungan reklamasi Teluk Jakarta penting untuk diketahui supaya publik dapat membandingkan hasil kajian tersebut, apakah dibuat secara objektif dan sesuai dengan kaidah kajian yang ada. “Ini menjadi pertanyaan kami, Kemenkomaritim membuat atau tidak kajian reklamasi atau menyembunyikannya karena terdapat permasalahan dalam pelaksanaan kajiannya?” ujarnya.

“Sekali lagi, Ini menujukkan tidak ada dasar yang kuat dari Menko Luhut untuk melanjutkan proyek reklamasi dan bertindak sewenang-senang,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Marthin Hadiwinata, anggota koalisi dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Dia mengatakan, dari proses sidang keterbukaan informasi, publik dapat mengetahui, pembangunan yang berdampak bagi puluhan ribu masyarakat, tidak dibuat dengan profesional.

“Terbukti, Kemenko Maritim sampai saat ini tidak menunjukkan kajian komprehensif terkait aspek sosial, lingkungan, dan hukum dari proyek Reklamasi Teluk Jakarta,” pungkasnya. Sidang lanjutan akan diadakan kembali pada 10 April 2017 dengan agenda pembuktian sebelum dilaksanakannya putusan KI Pusat. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *