Pendiri Rumah Koran Masuk Nominasi Penerima Frans Seda Award 2018 | Villagerspost.com

Pendiri Rumah Koran Masuk Nominasi Penerima Frans Seda Award 2018

Para juri Frans Seda Award 2018 berpose bersama pendiri Rumah Koran Jamaluddin Daeng Abu (dok. rumah koran)

Gowa, Villagerspost.com – Jamaluddin Daeng Abu, pendiri Rumah Koran, pusat literasi petani dan anak petani di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa, Sulawesi Selatan, masuk nominasi penerima Frans Seda Award 2018 yang digelar oleh Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Jakarta. Upaya Jamaluddin dinilai telah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat.

Melalui Rumah Koran, Jamaluddin melakukan berbagai kegiatan pendidikan secara rutin seperti kegiatan belajar di gunung, kebun dan membaca buku di sungai. Anak-Anak petani biasanya berkumpul di hari Minggu, mereka membaca buku dan Koran di Rumah Koran, setelah itu mereka menulis berita yang tertempel di Rumah Koran, dan melanjutkan proses belajar di Sungai dengan menggunakan mobil pick-pp sambil bernyanyi sepanjang jalan.

Pada Sabtu (15/9) lalu, tim juri Frans Seda Award 2018 yang terdiri dari Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, SJ (Corporate Facility Management Kompas Gramedia), Savic Ali ( Direktur NU Online) dan Indrawati (Unika Atma Jaya), mengunjungi Rumah Koran untuk memberikan penilaian.

Frans Seda Awards adalah penghargaan yang dirintis oleh Yayasan Atma Jaya setiap dua tahun sekali untuk terus menggelorakan semangat tokoh Frans Seda kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya tokoh muda inspiratif agar terus mengabdi pada bidang pendidikan dan kemanusiaan bagi bumi pertiwi. Penghargaan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini sudah memasuki ajang yang keempat kalinya. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2012, kemudian 2014, 2016 dan 2018.

“Kami bertujuan untuk menciptakan generasi penerus bangsa dengan orientasi global dan berdasarkan kearifan lokal yang memiliki wawasan luas dan terdepan. Hal ini kami aplikasikan pada sistem pengajaran dan metode pendidikan berbasis digital dengan penggunaan software terbaru dan juga dalam menanamkan prinsip kemanusiaan dan sosial di berbagai kegiatan mahasiswa,” kata Rektor Unika Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko.

Penghargaan diberikan kepada insan muda berusia maksimum empat puluh tahun saat ajang berlangsung yang mendedikasikan dirinya bagi aktivitas pendidikan dan atau kemanusiaan. Para nomine berasal dari 9 propinsi dan 10 kota mereka adalah:

1. Gracia Josaphat Jobel Mambrasar (Billy), Merauke, Papua. Billy mendirikan “Kitong Bisa” dengan tujuan utama mengajarkan anak-anak Indonesia Timur tentang nilai-nilai kepemimpinan dan entrepreneurship.

2. Syafrizal, Kepulauan Meranti, Riau. Syafrizal pendiri dan kepala sekolah SLB Sekar Meranti serta Ketua SOIna Kabupaten Meranti, sebuah olimpiade khusus untuk anak berkebutuhan khusus.

3. Muhammad Aripin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. M. Aripin pendiri Rumah Kreatif dan Pintar, sebuah rumah singgah bagi anak-anak yang tertinggal dari segi ekonomi, pendidikan, dan sosial.

4. Warkina Cirebon, Jawa Barat. Warkina yang berhonor lima ratus ribu rupiah per bulan membuka PAUD gratis dan Taman Baca, serta ia berkeliling pasar malam dengan sebuah mobil carry setiap tiga kali sepekan untuk membawa 300 buku aneka judul ke sana.

5. Muhammad Saleh, Bombana, Sulawesi Tenggara. M. Saleh, Brigadir, Pendiri SD Swasta Anak Soleh di Desa Tunas Baru, Bombana

6. Jamaluddin Daeng Abu, Gowa, Sulawesi Selatan. Jamaluddin, pendiri Rumah Koran yang bertujuan agar petani tidak buta huruf dan menyadarkan para petani betapa pentingnya pendidikan, agar para petani semangat menyekolahkan anak mereka.

7. Edi Syahputra, S.Kom, Langkat, Sumatera Utara. Edi Syahputra mencetuskan kegiatan Stabat Lama Creative Zone (Akses kolaborasi membangun negeri) untuk memberikan edukasi dan pola berfikir kreatif anak-anak desa untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

8. Atim Suryadi Jawa Barat, Kerawang. Atim Suryadi membangun SDN 4 Mulyasejati di Dusun Sukamulya dan membenahi masalah kesulitan listrik di sana.

9. Nurma, Aceh Timur. Nurma, Kartini dari Aceh. Guru para Ibu di Melidi

10. Vikra Ijas, Jakarta. Vikra Ijas, pendiri KitaBisa.com yang telah menolong banyak orang-orang yang membutuhkan pertolongan khususnya dalam hal sokongan dana.

“Nomine para tokoh salah satunya didapatkan dari lomba foto Instagram yang melibatkan publik untuk menyampaikan tokoh inspiratif mereka program ini sudah berlangsung sejak bulan Maret 2018 dan rencana penganugerahan akan dilakukan pada 4 Oktober 2018 yang bertepatan dengan ulang tahun Frans Seda,” kata Ketua Pelaksana Frans Seda Award 2018 Dr. Dhevy Setya Wibawa.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *