Petani Alor Merancang Pertanian Organik | Villagerspost.com

Petani Alor Merancang Pertanian Organik

Petani Alor berdiskusi dalam rangka pengembangan pertanian organik (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Kabupaten Alor, Villagerspost.com – Kabupaten Alor, sejatinya merupakan salah satu kawasan lumbung pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banyak komoditas pertanian yang dapat dijadikan andalan penghidupan petani maupun andalan ekonomi kawasan setempat. Alor terkenal dengan komoditas seperti kemiri, jambu mete, kedelai, hingga padi, ubi kayu dan jagung.

Tak hanya itu, di kawasan yang lebih tinggi, Alor juga mampu menghasilkan komoditas seperti kopi, kakao, dan buah strawberry. Strawberry ini khususnya dikembangkan di wilayah Ateng Melang yang secara geografis merupakan wilayah dataran tinggi.

Menuju kawasan itu, harus melewati jalan mendaki yang berkelok-kelok, hutan-hutan sepanjang jalan yang rimbun akan memanjakan pandangan mata. Di kawasan seperti inilah strawberry tumbuh subur.

Belajar membuat nutrisi pakan ternak organik dari pelepah pisang (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

“Setiap kali panen strawberry kami kirim ke kota Kalabahi, karena hanya kelurga kami yang budidaya di Ateng Melang jadi kebutuhan pasar masih kurang, ini potensi yang bisa dikembangkan di Alor,” ujar Omri Manilani, putra daerah setempat, yang pertama memulai budidaya Strawberry, kepada Villagerspost.com, Sabtu (13/1).

Menurut Mobi Pada, sebagai koordinator Komunitas GESER dari Ateng Melang, para petani di wilayah itu hanya butuh sentuhan sedikit saja untuk merancang kesejahteraannya. “Sebab secara Sumber Daya Alam cukup mendukung, hanya Sumber Daya Manusia-nya saja yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Salah satu upaya peningkatan SDM petani di Kabupaten Alor ini dilakukan dengan mempelajari pertanian organik, khususnya untuk tanaman strawberry dan pakan ternak. Dalam beberapa hari terakhir ini, para petani di Komunitas Geser belajar untuk mengelola lahan secara organik seperti membuat kompos, pupuk cair dan padat organik, hingga pestisida alami. Mereka juga belajar membuat pakan organik untuk nutrisi ternak.

Belajar membuat pupuk organik cair (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

“Seperti yang pernah kita praktikan tadi dari jantung pisang untuk nutrisi ternak, selama ini kan kita tidak pernah tahu sisi lain manfaatnya, rupanya bagus juga untuk menambah napsu makan ternak. Contoh kerja cerdas misal tadi di Ateng Melang yang dibutukan para petani,” tegas bapak tiga anak ini.

Ke depan, para petani berharap, dengan pengetahuan yang dimiliki, ke depan mereka mampu juga membudidayakan sayuran organik yang selama ini belum ada di Alor. Karena itu para petani juga belajar pola pertanian organik untuk jenis hortikultura misalnya kentang, kol dan yang lainnya yang akan segera tanam di kawasan Ateng Melang.

Pestus Johanis, saah seorang petani di Ateng Melang mengatakan lokasi tersebut sangat cocok untuk sayuran sebab lokasinya cukup tinggi dari laut. “Harapan kami para petani karena Alor sebagai pulau terpencil kebutuhan pangan harus mandiri agar tidak dikirim dari luar, malah kalau bisa harus ngirim ke luar sebab kondisi iklim mendukung,” ujar Pestus.

Laporan/Foto: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *