Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu: Perubahan Iklim Nyata, Petani Terdampak | Villagerspost.com

Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu: Perubahan Iklim Nyata, Petani Terdampak

Para anggota KPCH Indramayu melaksanakan evaluasi pengamatan curah hujan (dok. villagerspost.com/tarsono)

Indramayu, Villagerspost.com – Para petani anggota Kelompok Pengukur Curah Hujan (KPCH) Indramayu mengevaluasi hasil amatan bulan Januari di Desa Mekar Waru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meluncurkan data hasil evaluasi cuaca di bulan Januari lalu. Ada anomali yang dicatat dalam evaluasi ini yaitu cuaca kering di musim penghujan.

Koordinator wilayah Zona Barat Utara (BU) Abas Kartam mengatakan, cuaca kering ini terjadi meliputi Kecamatan Sukra, Patrol, Kandang Haur. “Jumlah hari kering terpanjang adalah Barat Utara Curug (BUCR) yaitu 51 hari kering dari mulai pertengahan Desember sampai Januari sampai awal Februari,” kata Sukra kepada Villagerspost.com, Rabu (14/2).

Untuk wilayah Barat Utara, Sukra melaporkan, penyemaian tanaman tanggal 13 Januari 2018 dan yang masih belum ada kegiatan semai di bulan Januari di Desa Curug, Kecamatan Kandang haur.

Sementara itu, presentasi Zona Barat Selatan (BU) disampaikan Koordinator Wilayah yaitu Carma. Carma memaparkan, untuk kawasan Barat Selatan meliputi wilayah Gabus Wetan, Gantar, Kroya. Dia mengungkapkan, usia tanaman pada masa primordia tidak ada hujan di bulan Januari pada akhir dasaharian pertama kedua dan ketiga. “Akibatnya tanaman padi banyak yang stres dan keluar malai tidak maksimal,” katanya.

Presentasi Zona Timur Selatan disampaikan Koordinator Wilayah Dadi meliputi kecamatan Lelea, Cikedung, Bangodua, Widasari. Dadi melaporkan, usia tanaman 40 HST (hari setelah tanam), jumlah hari kering di Timur Selatan terpanjang sampai dengan 24 hari berturut-turut tidak berdampak pada tanaman padi. “Ini dikarenakan wilayah TS sebagian besar irigasi teknis, namun ada sedikit penyakit bercak coklat pada tanaman padi,” ujarnya.

Presentasi Zona Timur Utara disampaikanoleh Condra, meliputi wilayah kecamatan Lohbener, Arahan, Cantigi, Pekandangan Jaya, Balongan. “Wilayah Timur Utara jumlah hari kering 7 sampai 15 hari yang terpanjang sampai 19 hari di kode stasiun Timur Utara Pekandangan Jaya (TUPJ) akibat minimnya curah hujan sampai petani rela memompa dari irigasi untuk mengairi di areal persawahan,” ujarnya.

KPCH sebenarnya, pada bulan Januari ini mendapat skenario musiman atau prediksi curah hujan yang menginfokan adanya fenomena La Nina. “Jika dikaitkan dengan data probabilitas saya untuk bulan Februari 220 milimeter ke atas tapi kenapa jumlah curah hujan bulan Januari di bawah 100 milimeter mungkin ini yang dinamakan anomali,” ujar Tatang, salah seorang anggota KPCH.

Ketua KPCH Indaramayu Nurkilah menyimpulkan, curah hujan didasaharian pertama bulan Januari di masing-masing wilayah dibawah 100 milimeter. “Nah, pada dasaharian kedua ketiga tidak ada hujan, alhasil wilayah yang tadah hujan, banyak tanaman yang stres dan tumbuh kurang maksimal, kemudian daerah yang jauh dari irigasi harus memompa, tambah biaya dan lain sebagainya,” ujarnya.

Di bulan Januari tahun 2018 kemarin jumlah hari kering tercatat dalam penelitian petani, terdapat 24 hari kering berturut-turut sampai ada laporan di wilayah yang memang areal sawah tadah hujan hampir gagal panen.

Bukan hanya sawah yang tadah hujan yang terancam gagal panen akibat tidak ada hujan selama 24 hari berturut-turut, sejumlah petani di wilayah irigasi teknis pun kena dampak itu sehingga harus mempompa air dari sungai. KPCH menyimpulkan, perubahan iklim sudah amat nyata.

“Bisa disampaikan bahwa ke depan akan semakin bertambah jumlah hari kering. Akan semakin berkurang jumlah hari basah, tetapi jumlah curah hujan dalam sehari bisa tinggi, dan seterusnya. Petani perlu memahami perubahan iklim itu sendiri pasalnya supaya tidak gagal panen,” pungkas Nurkilah.

Laporan/Foto: Tarsono, Petani Muda Pengamat Cuaca Indramayu, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *