Program PUPM Pangkas Rantai Pasar Pangan | Villagerspost.com

Program PUPM Pangkas Rantai Pasar Pangan

Pedagang bahan kebutuhan pokok di pasar (dok. pemprov jabar)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV DPR mendukung penuh program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menilai, program PUPM akan membuat rantai pasar pangan menjadi lebih pendek. “Rantai pasar pangan yang pendek akan membuat petani mendapat keuntungan, sementara masyarakat konsumen mendapat harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar,” kata Hermanto dalam siaran persnya, Selasa (8/8).

Program PUPM dimulai tahun 2016 berupa pemberian dana kepada setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) pelaksana program. Dari dana tersebut ada alokasi untuk membeli bahan kebutuhan pokok langsung dari petani/Bulog dan alokasi untuk operasional gapoktan. Bahan kebutuhan pokok yang dibeli tersebut kemudian dijual langsung ke konsumen melalui Toko Tani Indonesia (TTI) yang bermitra dengan gapoktan.

“PUPM merupakan program Pemerintah dalam upaya mengatasi gejolak harga pangan. Pasalnya, gejolak harga pangan merugikan petani sebagai produsen dan juga masyarakat yang menjadi konsumen,” kata Politisi PKS itu.

Hermanto menjelaskan, khusus untuk di dapilnya, Sumatera Barat, PUPM pada tahun 2017 dilakukan dengan pemberian dana operasional kepada dua gapoktan di Padang, yaitu Gapoktan Harapan Bersama dan Gapoktan Inbis Sejahtera. Saat penyerahan itu, Hermanto bersama Kepala Dinas Pangan Kota Padang Zalbadri pun turut hadir.

“Program PUPM ini juga merupakan upaya menjaga stok pangan agar tidak terjadi kelangkaan. Kalau langka maka akan masuk produk impor. Kalau impor maka hutang negara akan meningkat. Jadi program PUPM merupakan salah satu upaya untuk mengurangi hutang negara,” jelas Hermanto.

Selain itu, Hermanto juga meminta masyarakat agar tidak menggandrungi produk-produk impor. Karena dengan impor akan menguras devisa dan berpotensi meningkatkan utang negara. Ironisnya, jika utang semakin besar, maka Indonesia akan didikte oleh negara pemberi utang.

Dikte oleh asing tersebut, kata dia, akan memperlemah sendi-sendi kehidupan bernegara. “Belilah produk-produk dalam negeri. Sendi-sendi kehidupan bernegara akan kuat, sehingga kita tidak bisa didikte negara lain,” pungas Hermanto. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *