Rainbow Warrior Merajut Asa Untuk Alam Indonesia | Villagerspost.com

Rainbow Warrior Merajut Asa Untuk Alam Indonesia

Kapal milik Greenpeace Rainbow Warrior kembali akan mengunjungi Indonesia. (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Kapal Rainbow Warrior kembali hadir di Indonesia. Kali ini, kapal milik organisasi lingkungan Greenpeace itu akan menyambangi sejumlah pulau di Indonesia. Mengusung tema “Jelajah Harmoni Nusantara”, Rainbow Warrior akan mengajak penduduk Indonesia mengingat kembali seperti apa kondisi alam di masa lampau dan faktanya kini. Greenpeace berharap akan ada tindakan nyata berbagai pihak untuk memulihkan alam Indonesia yang kini sebagian besar telah rusak.

“Kapal Greenpeace Rainbow Warrior akan berlayar di perairan Indonesia selama 2 bulan. Ini akan menjadi perjalanan terlama yang pernah dilakukan oleh Rainbow Warrior, dibandingkan dengan pelayaran-pelayaran sebelumnya di perairan Indonesia,” ujar Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Rabu (7/2).

Bertolak dari Filipina, kapal akan singgah pertama kali di Bumi Cendrawasih, tepatnya di Manokwari, dan kemudian berlayar ke Raja Ampat. Dalam kegiatan kampanyenya di Papua, Greenpeace hendak mengingatkan semua pemangku kepentingan betapa pentingnya hutan bagi masyarakat asli Papua.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah mempunyai kebijakan strategis Perhutanan Sosial, ada 17 wilayah hutan adat telah ditetapkan oleh pemerintah untuk dikelola oleh masyarakat hukum adat setempat. Jika masyarakat lokal memiliki hak untuk mengelola hutan tempat tinggal mereka, maka kebutuhan pangan dan ekonomi mereka pun bisa terpenuhi.

Melalui hal itu, kemiskinan dan kerawanan pangan yang berakhir pada gizi buruk tidak akan terjadi lagi. Greenpeace Indonesia juga telah melakukan aksi nyata terkait kebijakan ini, satu di antaranya melalui pendampingan dan penguatan masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira di Sorong Selatan, yang kini telah mendapatkan izin pengelolaan Hutan Desa.

Setelah Papua, Kapal Rainbow Warrior akan singgah di Bali. Akhir Januari 2018, Greenpeace Indonesia bersama perwakilan masyarakat Celukan Bawang, Buleleng telah mengajukan gugatan kepada Gubernur Bali, Made Mangku Pastika terkait pengembangan PLTU batubara di Celukan Bawang. Greenpeace menilai pembangkit batubara bukanlah solusi untuk pemenuhan kebutuhan listrik Indonesia di masa depan, karena emisi pembangkit ini berkontribusi signifikan pada pemanasan global dan juga merusak kualitas udara.

“Kebutuhan listrik untuk masa depan kita harus dipenuhi oleh energi baru terbarukan seperti dari tenaga matahari dan angin, bukan dari batubara,” tegas Leonard.

Selain itu, di Bali, Greenpeace akan mengingatkan masyarakat bahwa kondisi darurat sampah plastik telah mengancam industri pariwisata. Belakangan ini, Bali sempat masuk dalam pemberitaan nasional bahkan internasional karena penumpukan sampah yang luar biasa, yang terbawa arus laut di Pantai Kuta.

Terakhir, kapal ini akan bersandar di Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta. Permasalahan lingkungan di Jakarta cukup kompleks, mulai dari polusi udara yang bersumber dari industri, kendaraan bermotor, bahkan pembangkit batubara, hingga timbunan sampah yang tidak lagi terkendali.

Greenpeace meminta pemerintah dan masyarakat Jakarta harus bisa berbenah, memberikan contoh bagi daerah lainnya di Indonesia. Solusinya mulai dari menghindari penggunaan plastik sekali pakai, beralih ke energi terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, memperbaiki kualitas udara dengan mereduksi secara signifikan kandungan partikel polutan PM 2.5, hingga mendorong kegiatan urban farming.

“Selama hampir 40 tahun Kapal Rainbow Warrior membawa misi dari sebuah legenda bahwa saat bumi mengalami kerusakan, akan turun para ksatria pelangi yang akan memulihkannya. Semangat inilah yang selalu diemban oleh Kapal Greenpeace Rainbow Warrior di setiap perjalanannya mulai dari Manokwari, Raja Ampat, Bali dan Jakarta. Dan perjalanan Rainbow Warrior kali ini menyediakan wahana bagi kita semua untuk menjadi para ksatria pelangi tersebut,” tutup Leonard.

Editor: Rizaldi Abror

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *