RI Yakin Bisa Rajai Pasar Kopi Arab Saudi | Villagerspost.com

RI Yakin Bisa Rajai Pasar Kopi Arab Saudi

Pameran produk kopi Indonesia di luar negeri (dok. kementerian perindustrian)

Jakarta, Villagerspost.com – Indonesia yakin bisa merajai pasar kopi di Arab Saudi. Karena itu, perwakilan perdagangan Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, terus berupaya mendorong produk Indonesia agar mampu menguasai pasar Arab Saudi. Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah melakukan penjajakan kerja sama investasi pengolahan kopi dengan Batterjee Group.

“Batterjee sangat tertarik berinvestasi dalam bidang pengolahan kopi di Indonesia untuk dipasarkan di Arab Saudi. Program ini merupakan salah satu terobosan ITPC Jeddah untuk mendorong produk kopi Indonesia agar dapat bersaing dan mampu menguasai pasar Arab Saudi,” ujar Kepala ITPC Jeddah Gunawan Marto Singorejo dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (14/4).

Gunawan menjelaskan, saat ini pasar Arab Saudi sangat terbuka terhadap komoditas kopi dari berbagai dunia. Perubahaan gaya hidup di Arab Saudi yang lebih terbuka dan modern mendorong berbagai perusahaan kopi dunia seperti Starbucks untuk melebarkan sayap bisnisnya di Arab Saudi.

“Berbagai tempat di Arab Saudi seperti tempat hiburan, tempat peristirahatan, mal, dan tempat publik saat ini dipenuhi berbagai kedai kopi maupun mini market yang sudah mulai menjual kopi yang diseduh di tempat. Oleh karena itu, Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia, dan telah menembus pasar-pasar dunia, juga harus mampu merajai pasar Timur Tengah dan Arab Saudi,” lanjut Gunawan.

Di Arab Saudi mulai bermunculan kafe-kafe hingga hotel berbintang yang menyediakan hidangan kopi dan teh dalam berbagai hidangan. Aneka jenis menu kopi dari kopi hitam, cappuccino, kopi susu, karamel, dan kopi cokelat dalam bentuk hidangan panas dan dingin, serta aneka inovasi dan kreasi para peramu kopi dapat dengan mudah ditemui di berbagai wilayah Arab Saudi.

Indonesia berada di urutan ke-6 eksportir kopi ke Arab Saudi setelah Uni Emirat Arab, Ethiopia, India, Guetamala, dan China. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai transaksi perdagangan komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah Indonesia ke Arab Saudi pada empat tahun terakhir meningkat cukup menggembirakan.
Indonesia mengekspor produk kopi, teh, dan rempah-rempah ke Arab Saudi pada 2013 sebesar US$4,98 juta, pada 2014 US$7,05 juta, dan pada akhir 2015 tercatat sebesar US$10,98 juta.

Selanjutnya, pada 2016, nilai transaksi perdagangan untuk komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah ke Arab Saudi sebesar US$12,57 juta atau tumbuh 18,76% dari 2015. Namun, persentase ekspor kopi, teh, dan spices Indonesia ke Arab Saudi ini nilainya masih sangat kecil, yaitu kurang dari 1%. “Komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah memiliki potensi yang besar untuk didorong menjadi komoditas yang mampu membanjiri pasar Arab Saudi. Nilai transaksinya perlu terus didorong dan ditingkatkan nilainya,” imbuh Gunawan.

Sementara itu, pada 2013 Arab Saudi mengimpor kopi, teh, dan rempah-rempah (Kode HS 09) dari seluruh dunia senilai US$706,5 juta. Kemudian pada 2014 mengalami kenaikan yang sangat pesat dengan nilai US$777,8 juta dan pada 2015 mencapai nilai transaksi yang sangat fantastis, yaitu US$820,3 juta.

“Kita semua yakin Indonesia dengan kekayaan hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah seperti kopi dan teh dapat berpotensi menjadi raja kopi di Arab Saudi, tinggal bagaimana Indonesia mampu mempersiapkan keamanan pasokan suplai yang handal,” pungkas Gunawan.

Konsul Jenderal RI Jeddah M. Hery Saripudin mengungkapkan, Islamic Development Bank (IDB) yang berkantor pusat di Jeddah juga memiliki program kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia di bidang pengembangan kopi. Kerja sama pengembangan kopi tersebut terintegrasi mulai dari pembibitan sampai penanganan pascapanen melalui skema reverse linkage (RL).

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *