SAWIT Challenge: Mencari Solusi Produksi Sawit Berkelanjutan | Villagerspost.com

SAWIT Challenge: Mencari Solusi Produksi Sawit Berkelanjutan

Perwakilan dan mitra SAWIT Challenge mengundang ide-ide inovatif yang dapat membantu petani sawit kecil di Indonesia. Dari kiri ke kanan: Enda Ginting, Asisten Deputi di Kantor Kepresidenan Republik Indonesia; Joko Arif, Direktur Pengelola Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU); Mansuetus Darto, Koordinator Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS); Indah Budiani, Manajer Pengembangan Program Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD); Dharsono Hartono, Perwakilan SAWIT Challenge; dan Patrick Wilson, Wakil Direktur Misi USAID/Indonesia. (dok. SAWIT Challenge)

Perwakilan dan mitra SAWIT Challenge mengundang ide-ide inovatif yang dapat membantu petani sawit kecil di Indonesia. Dari kiri ke kanan: Enda Ginting, Asisten Deputi di Kantor Kepresidenan Republik Indonesia; Joko Arif, Direktur Pengelola Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU); Mansuetus Darto, Koordinator Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS); Indah Budiani, Manajer Pengembangan Program Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD); Dharsono Hartono, Perwakilan SAWIT Challenge; dan Patrick Wilson, Wakil Direktur Misi USAID/Indonesia. (dok. SAWIT Challenge)

Jakarta, Villagerspost.com – Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk memperlambat perluasan penanaman sawit ke area hutan dan memaksimalkan pemanfaatan area kelapa sawit yang sudah ada. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) didukung oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) pun turut mendukung seruan tersebut.

Dalam rangka itu, ketiga lembaga tersebut berkolaborasi menyelenggarakan SAWIT Challenge. Ini adalah kompetisi yang mengundang industri, organisasi, dan individu dari sektor keuangan, penelitian, hingga wirausaha, untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu petani sawit kecil menghasilkan panen kelapa sawit berkelanjutan. Peluncuran SAWIT Challenge dilakukan hari ini, Selasa (21/6) di @America, Jakarta.

(Baca juga: Diplomasi Sawit Jokowi ke Rusia)

Asisten Deputi di Kantor Kepresidenan Republik Indonesia Enda Ginting mengatakan, Indonesia dan industri kelapa sawit memiliki sumber daya, keahlian, komitmen dan momentum yang dapat meningkatkan produksi kelapa sawit berkelanjutan. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengidentifikasi dan mengembangkan solusi baru yang dapat membantu meningkatkan pendapatan petani sawit sambil tetap melestarikan hutan Indonesia.

“Kami bangga dapat mendukung SAWIT Challenge. KamiĀ  berharap melalui kompetisi ini, produksi kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan dapat berada di dalam jangkauan para petani sawit,” kata Enda di acara peluncuran kompetisi SAWIT Challenge.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator SPKS Mansuetus Darto mengatakan, membantu petani sawit kecil meningkatkan hasil panennya dengan memaksimalkan penggunaan lahan perkebunaan masing-masing yang sudah ada sangatlah penting. Alasannya, dengan melakukan itu, kita dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menjawab permintaan global terhadap minyak nabati yang terus meningkat, tanpa menggunduli hutan.

“Hal ini akan membantu industri kelapa sawit melakukan produksinya secara lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan serta menjamin petani sawit kecil tidak kehilangan sumber pendapatan yang penting,” ujarnya.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar tiga juta petani sawit yang memproduksi kurang lebih 40% dari total tanaman kelapa sawit di Indonesia. Namun, jika dirata-rata, hasil panennya 30-40% lebih rendah dari hasil perkebunan swasta dan pemerintah.

Karena itu peluncuran kompetisi SAWIT Challenge diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif yang dapat membantu petani sawit swadaya dalam meningkatkan produktivitas di setiap tahapan produksi. Tahap itu mulai dari mempersiapkan lahan untuk penanaman, menanam bibit dengan kualitas input yang lebih baik, hingga memanen dan mengirimkan buah sawit ke pabrik dengan cepat. “Semua dilakukan dengan tetap memenuhi standar kelapa sawit berkelanjutan,” tegas Darto. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas kelapa sawit >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *