Simalakama Harga Cabai | Villagerspost.com

Simalakama Harga Cabai

Cabai rawit siap dipanen (dok. provinsi banten)

Cabai rawit siap dipanen (dok. provinsi banten)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR Rahmad Handoyo meminta agar pemerintah mampu menjaga stabilitas harga cabai. Saat ini, harga cabai, khususnya cabai rawit yang mencapai Rp130 ribu per kilogram sudah turun di angka Rp80 ribu per kilogram. Harga ini diprediksi bisa anjlok hingga ke angka Rp15 ribu per kilogram karena saat ini mulai memasuki musim panen.

Dari sisi konsumen, turunnya harga hingga ke angka Rp15 ribu per kilogram tentu akan menguntungkan. Namun turunnya harga cabai hingga serendah itu akan menjadi buah simalakama bagi petani. “Jika penurunan harga terus terjadi tentu saja pada gilirannya akan menimbulkan kerugian bagi para petani,” kata Rahmad, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/3).

Terlebih, kata dia, diprediksi penurunan harga cabai akan terus terjadi hingga Juni mendatang. “Saya berharap, pemerintah bisa menjaga harga cabai rawit sehingga tidak sampai merugikan petani yang saat ini sedang berjibaku menghadapi cuaca yang tidak bersahabat,” tegas Rahmad.

Rahmad Handoyo menegaskan, persoalan harga cabai yang tidak terkendali, kadang melonjak drastis dan turun mendadak, terjadi bukan karena akibat cuaca semata. “Justru yang jadi kendala kita selama ini, ya itu, rantai distribusinya tidak jalan,” kata Rahmad.

Karena itu, kata dia, pemerintah harus terus menerus mengawasi rantai distribusi. “Bila tidak masalah ini akan terus terulang setiap tahun,” ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengatakan, panen cabai yang terjadi saat ini masih sebagian kecil dari sentra-sentra penanam cabai yang ada di Indonesia. Itu pun sudah mampu menurunkan harga cabai rawit merah dari sekitar Rp130.000/kg menjadi Rp80.000/kg.

Bahkan Hamid yakin penurunan harga cabai rawit merah akan mencapai titik terendah pada bulan suci Ramadan yang jatuh pada bulan Mei-Juni mendatang. Diprediksi harga jual eceran cabai rawit merah bisa mencapai Rp15.000/kg.

Terkait hal ini, selain menjaga harga cabai, Rahmad juga meminta pemerintah melakukan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pengethuan pada petani untuk membuat cabai olahan, mengingat cabai merupakan komoditas yang cepat membusuk.

Selain itu, masyarakat konsumen juga diedukasi untuk menyukai produk cabai olahan. “Teknologi kita sudah mumpuni untuk mengolah cabai agar tidak cepat busuk. Tinggal bagaimana kita mengedukasi masyarakat agar mau membeli cabai olahan,” katanya.

Rahmad menerangkan, produksi cabai sebenarnya mengalami surplus setiap tahunnya. Hanya saja, katanya, ada bulan-bulan tertentu dimana panen surplus dan ada pula bulan paceklik. “Nah, kalau cabai olahan sudah disukai masyarakat, tentunya harga jual cabai ditingkat petani bisa lebih terkendali,” katanya.

Sosialisasi terkait cabai olahan ini menurut Rahmad juga penting mengingat saat ini cabai olahan dari China dan India sudah mulai membanjiri sejumlah pasar di tanah air. “Mengapa cabai olahan ekspor bisa masuk ke pasar, sementara produksi cabai dalam negeri mesti berpacu dengan waktu agar tidak mengalami kebusukan?” pungkas Rahmad Handoyo. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *