Sinyal Pembentukan Panja Gula Semakin Kuat | Villagerspost.com

Sinyal Pembentukan Panja Gula Semakin Kuat

Wakil Ketua Komisi VI Heri Gunawan meninjau stok gula di gudang Bulog. Komisi VI gulirkan wacana pembentukan Panja Gula untuk menyelidiki validitas neraca gula nasional (dok. dpr.go.id)

Wakil Ketua Komisi VI Heri Gunawan meninjau stok gula di gudang Bulog. Komisi VI gulirkan wacana pembentukan Panja Gula untuk menyelidiki validitas neraca gula nasional (dok. dpr.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Upaya Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat untuk membentuk Panitia Kerja Gula Nasional (Panja Gula) semakin dipertajam. Dalam rangka itu, Komisi VI DPR menggelar Rapat Kerja dengan beberapa kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Dalam rapat kerja yang digelar di ruang rapat Komisi VI DPR, Kamis (26/11) para anggota dewan ingin mendapat masukan terkait beberapa masalah dalam tata niaga gula nasional. Diantaranya tentang identifikasi seberapa serius kerja pemerintah selama ini dalam mewujudkan “Daulat Gula Nasional”.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan mengatakan, DPR ingin mengetahui seberapa baik sinergitas penguatan sinergitas dan koordinasi kebijakan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, BKPM dan Lembaga terkait lainnya menuju Daulat Gula Nasional.

“Pembentukan Panja Gula ini menjadi momentum yang baik untuk perbaikan Tata Kelola Gula Nasional yang selama ini dirasa amburadul,” kata Heri seperti dikutip dpr.go.id, Jumat (27/11).

Selain soal seberapa serius pemerintah ingin menwujudkan Daulat Gula Nasional, DPR, kata Heri, juga ingin agar pemerintah mampu membuat kontrol yang kuat tehadap kebijakan impor gula, terutama gula rafinasi.

“Terkait hal seperti ini, perlunya dihitung jumlah produksi dan konsumsi gula secara akurat. Pembenahan data Neraca Gula Nasional yang selalu berbeda antar instansi yang akhirnya membuat data neraca gula nasional yang amburadul menjadi pintu masuk permainan mafia gula,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Heri, pembentukan Panja Gula adalah untuk membongkarĀ  praktik-praktik penyimpangan mafia gula yang menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah. “Modusnya semakin canggih dari permainan harga mendistorsi rantai pasokan sampai menyamarkan berbagai aturan teknis, yang kesemuanya merugikan petani lokal,” urai Heri.

Dia mengemukakan, Panja Gula juga penting untuk memastikan perlindungan terhadap petani dan pedagang pasar tradisional lewat penegakan UU No.7 Tahun 2014 tentang Bahan Pokok Penting, yang menguasai hajat hidup orang banyak. Selain itu, Panja Gula akan mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas praktik Tata Kelola Niaga Gula Nasional yang sudah membuat amburadul.

“Bagi saya, poin-poin di atas sangat penting dalam rangka mewujudkan Daulat Gula Nasional untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat,” tegas Heri. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *