Tarik Wisatawan ke Bunaken Lewat Produk Unggulan Nelayan | Villagerspost.com

Tarik Wisatawan ke Bunaken Lewat Produk Unggulan Nelayan

Pengunjung stand yang menanyakan prospek inventasi dalam penyediaan usaha sarana dan prasana pariwisata alam di Taman Nasional Bunaken (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Batam, Villagerspost.com – Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu ikon pariwisata nasional yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Kawasan seluas 89.065 hektare yang tersebar melingkupi wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan itu, merupakan tujuan utama wisatawan minat khusus seperti menyelam (diving) dan snorkeling.

Tak heran jika pihak pengelola TN Bunaken, terus berupaya menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut. Salah satu cara yang dipakai untuk mempromosikan Bunaken adalah dengan mengikuti “Pameran Produk Unggulan Perdagangan Pariwisata dan Investasi” yang digelar selama 4 hari dari tanggal 2-5 November di Mega Mall Batam Center.

Kunjungan dari Wakil Asosiasi Wisata Malaysia di stand milik TN Bunaken (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

“Tujuan pameran ini adalah guna mensosialisasikan dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta investasi dalam penyediaan sarana pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat dalam produk usaha ekonomi kreatif,” kata Syane Israel, staf TN Bunaken yang ikut menjaga stand TN Bunaken di pameran tersebut, kepada Villagerspost.com, Minggu (5/11).

Syane mengaku, ikut menjaga stand TN Bunaken di pameran ini adalah hal yang sangat seru. “Apalagi, Sabtu kemarin, dikunjungi wakil asosiasi pariwisata Malaysia dan akan membawa banyak wisatawan ke Bunaken, akan diusahakan untuk bisa bekerjasama dengan jasa wisata setempat,” katanya dengan gembira.

Di pameran itu, pihak TN Bunaken memang bukan hanya menampilkan display keindahan alam Bunaken. Pihak TN Bunaken juga menampilkan upaya mereka untuk menjaga kelestarian alam Bunaken tanpa mengabaikan kesejahteraan nelayan yang tinggal di sekitar kawasan.

Pengunjung berfoto di foto booth di stand Taman Nasional Bunaken (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Untuk itu, TN Bunaken juga menampilkan produk unggulan ekonomi hasil kerajinan ibu-ibu nelayan dari kelompok Cahaya Trans, Desa Poopoh yang terletak di Kabupaten Minahasa. Harga dari masing-masing produk tersebut dibanderol sebesar Rp15.000.

“Produk yang ditampilkan berupa olahan tuna stik yang diberi nama stik acropora, keripik pisang tanduk, ikan roa, ikan asin, may-may (mackarelfish) atau ikan putih yang kesemuanya dikemas menarik sehingga memudahkan pembeli sesuai dengan selera,” papar Syane.

Selain itu ditampilkan pula film bawah air dan kampanye lingkungan hidup. Stand TN Bunaken menampilkan space foto booth yang dapat digunakan oleh pengunjung sebagai untuk berfoto. “Menariknya setelah berfoto mereka berkeinginan untuk langsung datang dan menikmati indahnya pesona bawah laut Taman Nasional Bunaken,” kata Syane.

Pengunjung stand Taman Nasional Bunaken bervariasi mulai dari pencari informasi bagaimana menuju ke kawasan akomodasi, transportasi dan jasa wisata mana yang bisa dihubungi. Ada pula yang menginginkan informasi mengenai bagaimana mengembangkan investasi jasa usaha pariwisata alam, serta mengkoneksikan dengan masyarakat setempat dalam investasi pemberdayaan. (*)

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut., Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *