Transaksi Kopi di AS Tembus US$35 Juta | Villagerspost.com

Transaksi Kopi di AS Tembus US$35 Juta

Acara lelang specialty coffe Indonesia tahun 2014 (dok. kemendag.go.id)

Acara lelang specialty coffe Indonesia tahun 2014 (dok. kemendag.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Transaksi kopi asal Indonesia di ajang Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), berhasil menembus angka US$35 juta untuk 392 kontainer. Nilai tersebut merupakan total transaksi yang diperoleh dari transaksi di arena pameran, Memorandum of Understanding, dan hasil lelang.

Diperkirakan, transaksi akan terus bertambah hingga beberapa bulan ke depan. Indonesia melakukan lelang kopi secara langsung di Paviliun Indonesia. Kegiatan lelang ini menyedot perhatian dari berbagai pelaku industri kopi di AS, seperti importir, roasters, barista, media, dan komunitas specialty coffee lainnya.

“Lelang kopi di SCAA Expo merupakan yang pertama kali kita lakukan dan kita patut bangga atas prestasi yang berhasil dicatatkan di sini,” kata Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan Merry Maryati dalam siaran pers yang diterima Villagespost.com, Selasa (19/4).

(Baca juga: Kopi Indonesia Catat Transaksi US$18 Juta)

Atase Perdagangan Washington DC, Reza Pahlevi Chairul, menyatakan lelang kopi berhasil membukukan transaksi sebesar US$11.900 atau berkisar Rp160 juta. “Seluruh 17 kopi pilihan yang dilelang habis terjual hanya dalam waktu tiga jam,” tambah Reza.

Menurut Reza, kopi terbaik yang berhasil dijual dalam lelang adalah kopi dari Gunung Puntang, Jawa Barat. Lelang kopi ini dimenangkan oleh Phil Goodlayson dari Corvus Coffee, Denver, dengan harga jual tertinggi US$55/kg atau berkisar Rp750.000/kg. “Ini adalah rekor terbaru lelang kopi Indonesia,” imbuhnya.

Proses lelang berlangsung sangat intens. Acara lelang didahului kegiatan coffee cupping agar para peserta dapat mengetahui cita rasa dan karakteristik masing-masing kopi. Lelang dipandu Rocky Rhodes, seorang auctioneer profesional kopi yang cukup terkenal di kalangan komunitas specialty coffee dunia.

Tujuh belas specialty coffee yang dilelang adalah Gunung Puntang, Mekar Wangi, Manggarai, Malabar Honey, Atu Lintang, Toraja Sapan, Bluemoon Organic, Gayo Organic, Java Cibeber, Kopi Catur Washed, West Java Pasundan Honey,  Arabica Toraja, Flores Golewa, Redelong, Preanger Weninggalih, Flores Ende, serta Java Temanggung.

Tak hanya kopi Indonesia yang istimewa, petani kopi Indonesia juga luar biasa. Seorang petani kopi dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, bernama Leo Purba memberikan kuliah di arena SCAA Expo.

Leo memberikan kuliah mengenai teknik giling basah dengan judul “Exploring Semi Wash Process and Farmer’s Challenges in Facing Global Market” kepada hadirin SCAA. “Pada kuliah ini dibahas bahwa pergerakan third wave coffee memberikan pengaruh yang positif dalam mendorong peningkatan proses perbaikan kualitas pengolahan kopi di Indonesia. Perkembangan ini pada akhirnya membuat petani kopi Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam mengisi permintaan pasar specialty coffee dunia,” kata Merry Maryati.

Topik lain yang menjadi perhatian hadirin adalah mengenai perkembangan peran dan pemberdayaan perempuan dalam industri kopi Indonesia. Topik ini dibahas dalam diskusi pagi International Women’s Coffee Alliance (IWCA) Breakfast yang dihadiri Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini.

Dalam  kesempatan tersebut, IWCA menyajikan kopi Arabika Jawa Sunda dari Gunung Papandayan. IWCA sangat   mengapresiasi momentum Portrait Country Indonesia. IWCA berharap dapat mengembangkan kerja sama dengan Pemerintah  Indonesia dan para pelaku usaha kopi tanah air untuk mengembangkan pemberdayaan wanita dalam rantai pasok dan industri kopi di Indonesia.

Pada pameran kali ini, mulai dijajaki kegiatan SCAA Origin Trip ke Indonesia yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Rencana ini telah dibicarakan antara Delegasi RI dengan Peter Gulliano, Senior Director of Symposium SCAA.

SCAA Origin Trip juga akan dijadikan sebagai momentum edukasi dan promosi kopi Indonesia dari para roasters AS  dengan petani dan supplier specialty coffee Indonesia. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2016, bertepatan dengan pelaksanaan Trade Expo Indonesia ke-31. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas kopi >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *